nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Duh, Gratiskan Sarapan untuk Karyawan Perusahaan Ini Malah Dituntut Kantor Pajak, Kok Bisa?

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 03 Oktober 2017 15:53 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 03 298 1787866 duh-gratiskan-sarapan-untuk-karyawan-perusahaan-ini-malah-dituntut-kantor-pajak-kok-bisa-6g31KQUFPT.jpg Perusahaan dituntut kantor pajak karena gratiskan sarapan (Foto:Taste)

KOPI dan roti gulung merupakan menu sarapan yang umum disantap oleh masyarakat Jerman. Namun ternyata, pengadilan pajak negara tersebut memutuskan bahwa olahan roti gulung itu tidak dapat dimasukkan ke dalam kategori menu sarapan, jika tidak disajikan dalam keadaan dingin, dengan tambahan potongan keju dan mentega sebagai toppingnya.

Berdasarkan laporan The Local, penetapan definisi sarapan dilakukan setelah sebuah perusahaan IT lokal menawarkan kopi dan roti gulung secara cuma-cuma yang tersedia di kantin perusahaan. Hidangan tersebut dapat dikonsumsi oleh klien, tamu, dan juga para karyawan.

BACA JUGA:

Mantan Istri Ben Afleck Buka Bisnis Kuliner Organik Khusus Anak-Anak

RESEP NENEK: Sajian Semur Tak Cuma Terbuat dari Daging Ayam atau Sapi, Yuk...

Hal ini ternyata dinilai berbeda oleh kantor pajak. Mereka menganggap bahwa perusahaan menggunakan sarapan gratis sebagai bentuk kompensasi, dan pihak perusahaan harus membayarkan pajak sesuai dengan hidangan yang mereka sediakan setiap harinya.

Seperti diketahui, perusahaan tersebut mempekerjakan sekitar 80 orang pegawai aktif. Dalam arti lain mereka harus membayar sekitar Rp23.000 per orang, dan pajak tersebut harus dibayarkan ketika mereka mulai menyediakan sarapan gratis dari Desember 2008 sampai Desember 2011.

BACA JUGA:

Bondowoso Gelar Minum Kopi Gratis, 17 Ribu Cangkir Ludes

Soto Ayam, Sup Khas Indonesia yang Mulai Populer di Hanoi Vietnam

Tidak terima dengan tuntutan tersebut, pihak perusahaan memutuskan untuk membawa kasus ini ke pengadilan pajak setempat. Pihak pengadilan pun ternyata mendukung argumentasi mereka, karena mereka menganggap bahwa hidangan yang diperdebatkan ‘sangat payah’ dan tidak dapat dimasukkan dalam kategori menu sarapan. Hal ini disebabkan karena kopi yang disajikan berasal dari mesin penjual otomatis, dan roti gulungnya pun disajikan tanpa topping. Bahkan tidak ada mentega!

Pengadilan pajak setempat pun memutuskan bahwa kopi yang berasal dari mesin penjual otomatis dan roti gulung kering itu tidak sesuai dengan menu sarapan yang sesungguhnya. Menu sarapan yang tepat harus memiliki potongan roti yang diberi potongan keju atau selai, kata pengadilan tersebut. Oleh karena itu, pihak perusahaan dapat terbebas dari tuntutan pajak yang diajukan kantor pajak lokal, karena menu makanan tersebut masih berada di bawah batas pembebasan pajak. Jadi pihak perusahaan tidak harus membayar pajak tambahan untuk menyediakannya. Demikian dilansir dari The Daily Meal, Selasa (3/10/2017).

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini