Ini Alasan Kenapa Perut Selalu Merasa Lapar meski Sudah Kenyang

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 03 Oktober 2017 09:16 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 03 481 1787557 ini-alasan-kenapa-perut-selalu-merasa-lapar-meski-sudah-kenyang-4p0RSNILYm.jpg Makan Berlebihan (Foto: Dailymail)

PERNAH kah Anda merasa ingin “nyemil” setelah makan berat? Sepertinya perut Anda meronta untuk meminta diberikan makanan ringan untuk mengakhiri rasa lapar sebelumnya.

Ternyata, kondisi tersebut bukan hanya Anda yang merasakan. Banyak dari masyarakat dunia yang mengalami masalah ini juga. Bahkan, beberapa dari kasus yang ada kondisinya lebih parah. Setelah mengonsumsi dua piring besar, perut tetap butuh asupan lebih. Itu belum termasuk buah dan camilan, lho!

Nah, belum lama ini peneliti dari University of Vermont menemukan bahwa jika kepenuhan dikaitkan dengan mendapatkan makanan, Anda mungkin merasa lapar terus menerus bahkan ketika Anda tidak membutuhkan makanan secara fisik.

Sebab, masih ada di antara Anda juga yang memiliki pandangan tentang makan yang buruk; semakin banyak makan, semakin banyak juga makanan lezat yang bisa Anda dapatkan dan itu dikaitkan dengan badan yang sehat.

Dilansir dari Daily Mail, Selasa (3/10/2017), menurut penelitian, kondisi psikologis ini membantu menjelaskan mengapa Anda masih bisa kembali makan berlebihan, bahkan setelah diet yang sukses dan efektif.

Penelitian lebih lanjut diuji pada tikus penelitian. Dr Mark Bouton dan Dr Scott Schepers meneliti 32 tikus betina dan mereka diberi makanan lezat. Penelitian dilakukan dengan konsep, jika tikus mendorong tuas itu berarti mereka kenyang, tapi jika mereka tidak mendorong, itu berarti tikus lapar.

Setelah mereka dikondisikan, tikus mendorong tuas lebih lama jika mereka sudah kenyang daripada saat mereka lapar.

Hal ini menunjukkan kepada para periset bahwa pola belajar mendapatkan makanan saat mereka kenyang sebenarnya bisa lebih kuat daripada perasaan fisik kepenuhan atau kelaparan.

Sementara itu, penelitian sebelumnya pun menemukan bahwa rasa lapar dapat disebabkan oleh isyarat dan kondisi luar, tidak hanya pada internal, seperti perut kosong.

Studi ini menemukan bahwa isyarat eksternal - pengkondisian tikus - dapat menyebabkan rasa lapar internal juga, bahkan saat kita kenyang. Dr Gary Foster mengatakan bahwa ini semua hanyalah hasil pengkondisian standar. "Jika Anda menghubungkan perilaku makan dengan hal lain, itu menjadi kebiasaan," katanya.

Anda tidak dapat mengetahui dengan pasti apakah tikus dalam percobaan benar-benar merasakan lapar, tapi Anda tahu bahwa mereka dikondisikan untuk berpikir bahwa mereka akan mendapatkan lebih banyak makanan lezat dalam keadaan tertentu, dalam kasus ini, ketika mereka sudah diberi makan.

Bagi manusia, perilaku apapun bisa menjadi faktor yang membuat Anda terus ingin makan. Dijelaskan Dr Foster, semakin banyak perilaku yang memungkinkan Anda ingin terus makan seperti pulang kerja, pergi ke bioskop, atau masuk ke mobil, semakin sering Anda mendapati diri Anda mendambakan camilan.

Jadi, rasa lapar itu bisa muncul, ya, salah satunya karena adanya rangsangan untuk terus makan. Tentunya, kebiasaan ini tidak baik bagi kesehatan. Risiko yang paling memungkinkan adalah masalah lambung atau juga gangguan di pencernaan.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini