nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

WASPADA! WHO Perkirakan Kanker Payudara di Indonesia Meningkat 7 Kali Lipat pada 2030

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Selasa 03 Oktober 2017 18:38 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 03 481 1788007 waspada-who-perkirakan-kanker-payudara-di-indonesia-meningkat-7-kali-lipat-pada-2030-pr1tFnvTkP.jpg Ilustrasi (Foto: Shetepeopetv)

KASUS kanker payudara di Indonesia dan dunia tergolong tinggi. Menurut data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), setiap tahunnya ada 8,2 juta kasus kematian wanita di dunia yang disebabkan oleh kanker payudara.

Di Indonesia sendiri, WHO memprediksikan kasus kanker payudara akan meningkat sebanyak 7 kali lipat hingga 2030. Apa yang membuat WHO demikian yakin dengan prediksinya?

Menurut pendiri Lovepink Indonesia, Madelina Mutia, survei yang dilakukan di Jakarta beberapa waktu lalu menunjukkan pergeseran usia pasien pengidap kanker payudara, yaitu usia 30 - 40 tahun. Survei ini menunjukkan bahwa masih banyak perempuan yang tidak memahami pentingnya pemeriksaan payudara secara rutin.

"Yang terdiagnosa usianya semakin muda antara 30 sampai 40 tahun. Riset ini mengkonfirmasi bahwa di komunitas kami pengidap kanker payudara di range usia tersebut. Di awal 30, ada yang belum menikah, ada yang menikah tapi belum punya anak," ujar wanita yang akrab disapa Mutia itu dalam peluncuran kampanye #PINKVOICE bersama Starcbuck di Jakarta Selatan, Selasa (3/10/2017).

Mutia mengatakan, ada beberapa faktor risiko tinggi kanker payudara pada seseorang. Mulai dari genetik, usia, gender di mana perempuan lebih rentan terkena kanker payudara, hingga gaya hidup dengan pola makan dan istirahat yang tak seimbang.

Mutia juga menyuarakan tentang pentingnya menjalani pola hidup sehat. Mulai dari pola makan hingga asupan makanan yang dikonsumsi harus diperhatikan sejak dini.

"Penyebabnya sendiri enggak ketahuan. Faktanya usianya semakin muda, kemungkinan besar ini diumumkan oleh dunia medis sebagai faktor risiko tinggi adalah pola hidup," ujar Mutia.

Pola hidup yang tidak seimbang dan sering mengkonsumsi junk food adalah beberapa hal yang tidak diperhatikan seseorang. Pada anak-anak, waktu istirahat harus seimbang dengan kegiatan. Karena menurut Mutia, setiap tahapan umur memiliki waktu yang berbeda untuk mendapatkan istirahat. Begitu pula dengan asupan makanan yang dikonsumsi setiap hari.

"Karena maunya yang gampang, makan junk food. Padahal kita tidak tahu gizinya seimbang apa enggak. Kalau terus-menerus dilakukan, bisa memicu sel kanker yang tadinya tidur," jelas wanita yang merupakan survivor kanker ini.

Ia juga menyarankan setiap wanita untuk menyadari gejala-gejala kanker seperti melakukan gerakan SADARI (Periksa Payudara Sendiri) untuk merasakan benjolan. Jika dirasa ada yang mencurigakan, segeralah meminta bantuan pada dokter.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini