nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BACKPACKER DIARY: Hemat Bujet Keliling Eropa dengan Bus! Bus Telat, dan Kursi Keras Jadi Pengalaman Buruk

Dada Sathilla, Jurnalis · Rabu 04 Oktober 2017 15:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 04 406 1788571 backpacker-diary-hemat-bujet-keliling-eropa-dengan-bus-bus-telat-dan-kursi-keras-jadi-pengalaman-buruk-pHba7eINv8.jpg

KELEBIHAN travelling ke benua biru salah satunya adalah hampir semua negara bisa didatangi lewat jalur darat. Tak perlu ke bandara untuk naik pesawat tapi bisa menggunakan kereta atau bus. Saat berangkat ke Paris-Prancis dari Amsterdam-Belanda, saya memilih menggunakan bus. 

Pertimbangan saya waktu itu adalah karena ingin melihat pemandangan di dalam kota. Meski dengan kereta hal itu juga memungkinkan tapi saya telah memilih menggunakan bus. Lewat internet saya kemudian membeli tiket bus Megabus jurusan Amsterdam - Paris. Cuma karena belinya agak mendadak harganya lumayan mahal yaitu 24 euro atau sekitar 382.000 Rupiah. Perjalanan dari Amsterdam ke Paris memakan waktu selama 8 jam. 

Pukul 10 malam waktu Amsterdam saya sudah siap menunggu di depan stasiun Amsterdam Sloterdjik. Bus akan berangkat jam 11 malam. Udara di Amsterdam saat musim dingin mencapai 9 derajat Celcius. Ditambah lagi dengan angin yang kencang, membuat saya terpaksa berlindung di dalam stasiun. Saya tak mau ambil resiko sakit karena kelamaan nunggu bus di pinggir jalan dalam cuaca seperti ini. 

Sayangnya hingga jam 11 malam lebih busnya tak kunjung tiba. Tak hanya di Indonesia saja ternyata, Di Eropa, bus-nya juga ada lho yang ngaret.

Terlambatnya bus bisa disebabkan beberapa hal, faktor bus budget yang minim akhirnya berpengaruh dengan kualitas layanan termasuk punctuality. Akhirnya setelah bolak - balik keluar masuk stasiun untuk mengecek bus, setelah menunggu 30 menit, bus saya tiba pukul 11.30 malam dan saya bisa naik juga ke dalam bus. 

Megabus yang saya naiki berwarna biru kuning. Bus ini sangat bersih, cuma sayangnya kursinya keras. Saya tak tahu bagaimana saya bisa tidur selama perjalanan 8 jam menuju Paris. Penumpang juga dibebaskan memilih tempat duduk. Di sebelah saya duduk seorang wanita dari Amerika Serikat yang tengah kuliah di Spanyol.

Dari dia saya mendapat info kalau tiket bus Megabus dari Amsterdam ke Brussels, Belgia hanya 5 euro atau sekitar 79.000 Rupiah. Cuma sayangnya saya bookingnya dadakan, mungkin kalau jauh-jauh hari bisa dapat harga yang jauh lebih terjangkau. Selain Megabus, jaringan bus lainnya yang bisa digunakan untuk keliling Eropa adalah Eurolines dan Flixbus.

Seperti yang sudah diduga, saya tak bisa tidur nyenyak akibat kursi bus yang sangat keras. Dari jendela bus pun tak banyak yang bisa dilihat karena sudah lewat tengah malam.

Akhirnya pada jam 6.30 pagi bus berhenti tepat di stasiun Gare Du Nord, Paris. Menurut jadwal harusnya saya tiba jam 7.30 tapi ternyata bus tiba sejam lebih awal. 

Udara Paris di pagi hari lebih hangat dibandingkan Amsterdam. Saya berjalan cepat keluar stasiun. Sayangnya secepat-cepatnya saya jalan, masih kalah sama bule - bule lainnya. Karena ini musim semi, hampir tak ada toko ataupun restoran yang masih buka di pagi hari. Dari stasiun saya pun berjalan ke arah Montmartre tempat saya akan menginap di Paris. Di area ini juga saya akan mengunjungi destinasi wisata pertama di Paris, Sacre Coeur.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini