nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Inspiratif! Belajar Menumbuhkan Semangat Hidup Pengidap Kanker Payudara dari Kisah Madelina Mutia

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Rabu 04 Oktober 2017 19:55 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 10 04 481 1788848 belajar-menumbuhkan-semangat-hidup-pengidap-kanker-payudara-dari-kisah-madelina-mutia-I5IbXV5PDZ.jpg Madelina Mutia (Foto: Utami/Okezone)

DEPRESI dan shock. Dua hal tersebut dirasakan oleh seorang ibu dari satu anak, Madelina Mutia saat dirinya didiagnosa mengidap kanker payudara.

Menurutnya, tidak ada orang yang mau mengidap penyakit mematikan tersebut. Tetapi takdir tak bisa dilawan, dia hanya berpikir untuk tetap aktif bekerja dan berkarya agar tidak menjalani hidup dengan sia-sia.

“Waktu itu saya berpikir, aktif bekerja, saya masih mau terus berkarya. Masih bisa berpikir positif. Dokter juga bilang ‘Kamu bisa sembuh’. Kalau harus diangkat payudara, buat saya sudah ikhlas. Keinginan saya untuk sembuh lebih tinggi daripada penampilan tanpa payudara,” ujar Mutia yang pada akhirnya mendirikan komunitas Lovepink Indonesia saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Selasa 3 Oktober 2017.

Mutia mengatakan, saat ini banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengakali penampilan meski payudara telah diangkat. Salah satunya adalah dengan menggunakan bra khusus yang membuat seseorang bisa tampil dengan lebih percaya diri.

Namun efek dari kemoterapi cukup membuat Mutia merasa terpuruk. Terutama saat ia harus tampil di depan banyak orang dengan kepala tanpa rambut.

“Tapi yang bikin down adalah menerima kenyataan harus kemoterapi, botak, perempuan mana yang mau tanpa bulu mata dan alis, plontos. Itu yang membuat saya down. Tapi saya sudah di titik ini tidak mungkin mundur,” ungkap Mutia.

Tidak mau menyerah, Mutia pun menumbuhkan kepercayaan dirinya dengan caranya sendiri. Meski rambut, alis, dan bulu mata rontok karena efek kemoterapi, ia tetap merias diri dengan alis dan memulaskan blus on di pipinya.

“Kita mungkin enggak akan ngaca. Tapi saat cuci tangan dan lihat pantulan di kaca jelek, lebih down. Spirit seperti ini yang saya tularkan ke teman lain. Jadi ada yang datang kemoterapi dengan cantik memakai turban,” jelasnya.

Selain meyakinkan diri sendiri untuk berpikir positif, Mutia juga mendapat kekuatan dari keluarga. Dukungan dari suami dan keluarga besar membuat Mutia semakin semangat menjalani kehidupan hingga ia dinyatakan sembuh setelah berjuang melewatinya sekira satu tahun.

“Suami tidak pernah menunjukkan wajah sedih. Dia memperlakukan saya seperti orang biasa. Saya bersyukur, jadi enggak ngerasa seperti orang sakit. Habis operasi efeknya tangan sulit diangkat. Tapi saya tetap diperbolehkan nyetir. Saya merasa berdaya, bisa melakukan sesuatu,” ungkapnya.

Ia juga mengajak orang-orang di luar yang memiliki keluarga atau teman dengan kanker payudara agar tidak memperlakukan mereka seperti orang yang sakit. Tapi berilah kepercayaan agar mereka memiliki semangat hidup.

“Buat teman-teman yang mungkin menghadapi mereka yang terdiagnosa, empati pasti boleh dan harus. Tapi jangan perlakukan mereka seperti tidak bisa apa-apa. Kita percaya dia bisa sembuh,” tandas Mutia.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini