Hati-Hati, Pekerjaan Rumah Tangga Ternyata Bisa Meningkatkan Risiko Penyakit Paru

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 05 Oktober 2017 07:10 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 04 481 1788920 hati-hati-pekerjaan-rumah-tangga-ternyata-bisa-meningkatkan-risiko-penyakit-paru-UlprPbVPRk.jpg Ilustrasi pekerjaan rumah tangga (Foto: Huffingtonpost)

TIDAK mudah bagi seseorang untuk melakukan pekerjaan rumah tangga apalagi jika dia belum terbiasa dengan hal itu. Bagi orang yang sudah terbiasa sekali pun, ada masa di mana mereka merasa muak dengan pekerjaan tersebut. Rasa muak itu kemudian menjadi alasan untuk tidak melakukan pekerjaan rumah tangga. Kini ada hal lain yang bisa dijadikan alasan.

Baru-baru ini sebuah penelitian mengungkapkan bahwa penggunaan pemutih dan disinfektan dalam pekerjaan rumah tangga bisa meningkatkan risiko penyakit paru obstruktif kronis atau COPD, termasuk emfisema dan bronkitis kronis. Penyakit tersebut menyebabkan masalah pernapasan yang membatasi kehidupan seseorang. Bila seseorang terkena penyakit itu dia akan mengalami gejala seperti sesak napas, mengi, dan batas.

Jumlah orang yang terkena penyakit COPD terus mengalami peningkatan. Semula banyak yang menggap bahwa penyebab utama penyakit tersebut adalah rokok. Kini anggapan tersebut harus dipertimbangkan kembali. Sebab sebuah penelitian yang telah berlangsung selama delapan tahun mengungkapkan paparan bahan kimia dari pembersih juga menjadi penyebab utama dan meningkatkan risiko COPD hingga 32%.

Hasil penelitian yang dipresentasikan dalam European Respiratory Society Congress melakukan penelitian kesehatan terhadap 55.000 perawat yang sering menggunakan disinfektan. Disinfektan juga sering digunakan oleh masyarakat biasa sebagai pemutih. Hasil ini memperkuat hasil penelitian sebelumnya yang mengungkapkan pembersih bisa meningkatkan risiko COPD.

Salah seorang penulis penelitian, Dr Gill Jenkins mengatakan, “Banyak orang yang akrab dengan pembersih secara rutin dan kurang memerhatikan risikonya. Padahal pembersih tersebut mengandung bahan yang sangat mengganggu kulit dan sistem pernapasan. Selain itu menggabungkan pembersih juga berbahaya karena bisa menghasilkan gas beracun.”

Selain peningkatan risiko COPD, pembersih bisa meningkatkan risiko masalah jantung. Perempuan yang memiliki penyakit jantung bisa meninggal lebih awal dan juga menderita gejala jantung yang lebih parah akibat erpapar bahan kimia dari pembersih. Risiko lainnya adalah kontaminasi silang dari spons dapur.

Seperti yang diketahui, spons dapur adalah salah satu benda yang diidentifikasi sebagai penyebar bakteri. Malah merebus atau meletakkan spons di microwave dapat meningkatkan bahaya karena mendorong pertumbuhan bakteri.

Cara sederhana yang bisa dilakukan untuk terhindar dari bakteri adalah mengganti spons secara berkala, menghindari pencampuran bahan kimia, serta mengurangi penggunaan disinfektan atau pembersih. Demikian seperti yang dilansir dari Express, Rabu (4/10/2017).

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini