Minat Baca Masih Rendah, Indonesia Peringkat ke-60 dari 61 Negara yang Disurvei Central Connecticut State University!

Dinno Baskoro, Jurnalis · Kamis 05 Oktober 2017 15:48 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 05 196 1789397 minat-baca-masih-rendah-indonesia-peringkat-ke-60-dari-61-negara-yang-disurvei-central-connecticut-state-university-Pais4F6H2U.jpg Ilustrasi minat baca (Foto: TES)

DI era globalisasi, rupanya masih ada hambatan mendasar dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia, yakni minat baca pada anak-anak di Indonesia masih rendah. Padahal kita tahu, generasi penerus bangsa perlu mempersiapkan diri untuk menyongsong era globalisasi yang mana persaingan dalam berbagai hal terbilang ketat.

Berdasarkan studi "Most Littered Nation In the World" yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada 2016, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca.

Indonesia persis berada di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61). Selain itu, Programme for International Student Assessment (PISA) menyebut budaya literasi masyarakat Indonesia terburuk kedua dari 65 negara yang diteliti di dunia, Indonesia menempati urutan ke-64 dari 65 negara tersebut.

PISA menyebutkan, tidak ada satu siswa pun di Indonesia yang meraih nilai literasi atau kemampuan mengolah informasi saat membaca dan menulis di tingkat kelima, hanya 0,4 persen siswa yang memiliki kemampuan literasi tingkat empat. Selebihnya di bawah tingkat tiga, bahkan di bawah tingkat satu.

UNESCO menjelaskan bahwa kemampuan literasi merupakan hak setiap orang dan merupakan dasar untuk belajar sepanjang hayat. Kemampuan literasi dapat memberdayakan dan meningkatkan kualitas individu, keluarga, masyarakat.

Karena sifatnya yang dapat memberi dampak untuk ranah yang lebih luas. Kemampuan literasi dapat membantu memberantas buta huruf, menjamin pembangunan berkelanjutan, dan terwujudnya perdamaian.

Perlu diketahui, tingkat literasi di Indonesia masih sangat rendah menurut data statistic UNESCO pada tahun 2012 presentasi minat baca Indonesia sebanyak 0,001%. Hal ini berarti dari 1.000 penduduk hanya satu orang saja yang memiliki minat baca.

"Kami tidak mau hal ini terus menerus terjadi di Indonesia, maka dari itu kita buat Taman Baca Jendela Dunia. Di dalam Taman Baca ini bukan hanya buku saja yang tersedia, tetapi juga dibuat program yang berkaitan dengan peningkatkan budaya literasi dan minat baca anak," ungkap Andreas Bayu Aji, Chief Corporate Services Officer Arya Noble.

Taman Baca Jendela Dunia berada di dalam Sekolah Dasar Dinamika Indonesia, letaknya di sebelah Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang. Sekolah ini didirikan sejak tahun 1995 untuk anak-anak kurang mampu dan anak pemulung yang ada di Bantar Gebang, Bekasi.

“Kami yakin setiap anak-anak Indonesia mempunyai minat baca yang tinggi, tapi mungkin belum tereksplorasi dengan baik. Selama ini kami menerapkan Program Membaca Bersama, Belajar Bahasa Inggris, Lomba Membaca, dan Creativity Day di tiap Taman Baca Inovator yang sudah berdiri dan ternyata hasilnya sangat luar biasa. Anak-anak menjadi semakin senang untuk membaca sehingga menambah pengetahuan dan kreativitas mereka. “ tutur Yessi Chandra, Ketua Yayasan Taman Baca Inovator.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini