Share

Astaga! Demi Makanan Gratis, Wanita Ini Rela Masukkan Serpihan Kaca!

Pradita Ananda, Okezone · Kamis 05 Oktober 2017 13:49 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 05 298 1789289 astaga-demi-makanan-gratis-wanita-ini-rela-masukkan-serpihan-kaca-ftyW5I7GC2.jpg Wanita masukkan serpihan kaca dalam makanan (Foto:iStock)

 

IDE yang hadir di kepala, seharusnya memang dieksekusi secara kreatif untuk membuat sesuatu yang berguna dan tidak melanggar hukum.

Sayangnya, hal ini tidak berlaku bagi sebagian orang, karena banyak juga yang akhirnya mengeksekusi ide yang muncul di otak tersebut dengan cara yang menyimpang alias salah. Hingga akhirnya tidak hanya merugikan orang lain di sekitar, namun pastinya juga merugikan diri sendiri.

Inilah yang baru saja dilakukan oleh seorang wanita di Delray Beach, Florida, yang diketahui melakukan hal nekat hanya agar bisa mendapatkan makanan gratis dari restoran setempat. Seperti diwarta Foxnews, Kamis (5/10/2017) ialah Kaitlyn Murphy, wanita berusia 31 tahun yang akhirnya harus ditangkap oleh pihak berwajib karena melakukan tindak kriminal berhubungan soal makanan.

BACA JUGA: Goyang Lidah, 2 Rekomendasi Resep Sajian Bakso Spesial untuk Santap Malam

Disebutkan, Kaitlyn ditangkap dengan dugaan kasus penipuan. Di mana hal ini diawali dengan kenekatannya, untuk pura-pura menaruh serpihan kaca di dalam menu makanan yang ia pesan. Dengan begitu maka Kaitlyn pun akan berpura-pura sebagai konsumen yang dirugikan oleh pihak restoran, sehingga pada akhirnya pihak restoran akan membayarkan ganti rugi atau mudahnya, menggratiskan menu sajian tersebut untuk Kaitlyn atau dengan kata lain Kaitlyn bisa makan dengan gratis tanpa harus mengeluarkan uang sepeser pun.

Saat setelah ditangkap, akhirnya Kaitlyn mengaku bahwa ia memang sengaja membawa serpihan kaca di dalam tasnya kapanpun ia pergi makan di luar, lalu kemudian menaburnya di dalam makanan yang ia pesan.

 

Tidak hanya menabur, bahkan untuk membuat kesan ceritanya lebih realistis, Kaitlyn bisa dengan sengaja mengunyah serpihan kaca tersebut bersamaan dengan makanannya agar bagian mulutnya terluka. Kaitlyn mengklaim, bahwasanya trik ini ia pelajari dari seseorang yang ia kenal sewaktu di tempat rehabilitasi. Selain itu, Kaitlyn juga akhirnya mengungkapkan alasan mengapa ia nekat melakukan hal ini.  Tidak lain untuk memuaskan adrenaline rush dalam dirinya sejak ia berhenti mengonsumsi minuman alkohol dan obat-obatan. Meski pada awalnya ia mengklaim alasannya adalah karena ia tidak memiliki uang untuk sekadar membeli makanan di restoran.

BACA JUGA:

Halloween Segera Tiba, Marsmallow Kucing Horor Ini Siap Meramaikan Pesta

Petugas kepolisian setempat melalui Local 10 News melaporkan, Kaitlyn sendiri telah melakukan trik yang sama ini dalam kunjungannya di kurang lebih 11 restoran di daerah Stuart, Florida dalam periode waktu 15 September hingga 26 September. Namun anehnya, Kaitlyn selalu mengajukan komplain, setelah menyantap hampir seluruh porsi makananannya.

Pihak kepolisian setempat disebutkan akhirnya bisa menciduk Kaitlyn dengan aksi kaca palsunya tersebut. Kepolisian mendapatkan penjelasan dari banyak restoran tentang sosok Kaitlyn yang berulah dengan trik yang sama dan menyebarkan hal ini ke ranah sosial media, sehingga pihak restoran pun menyadari bahwa ada yang janggal pada komplain Kaitlyn.

"Kecerobohan yang ia buat adalah, tempat ini merupakan lingkungan yang sangat erat sangat dekat satu sama lain. Di mana masing-masing pemilik dan pegawai restoran itu saling mengenal satu sama lain," papar Sgt. Michael German.

Saat diperiksa, akhirnya benar adanya bahwa serpihan kaca tersebut memang dibawa oleh Kaitlyn setelah polisi menemukan banyak serpihan kaca di dalam tasnya. Karena ulah Kaitlyn ini, polisi mengatakan ia jelas merugikan banyak restoran hingga sejumlah ratusan dollar yang terdiri dari gift cards, harga makanan, uang tips, dan sajian makanan itu sendiri. Belum lagi pencemaran reputasi dari restoran dan beberapa pegawainya.

Baca Juga: Masyarakat Depok Terbantu BLT BBM

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini