nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Waduh! Pemerintah Uttar Pradesh Keluarkan Taj Mahal dari Daftar Atraksi Wisata di Sebuah Booklet

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 05 Oktober 2017 11:26 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 05 406 1789171 waduh-pemerintah-uttar-pradesh-keluarkan-taj-mahal-dari-daftar-atraksi-wisata-di-sebuah-booklet-mMZ9cDRsrz.jpg Tajmahal (Foto: Unesco)

DAYA tarik sebuah negara untuk dikunjungi oleh wisatawan mancanegara adalah obyek wisatanya yang mengundang decak kagum. Jika berbicara tentang India, salah satu obyek wisata yang terkenal adalah Taj Mahal. Banyak wisatawan dari berbagai penjuru dunia yang penasaran ingin melihat kemegahan mesjid yang dibangun sebagai tanda cinta itu. Setelah sekian lama, kini mesjid yang terletak di Uttar Pradesh itu tidak lagi dimasukkan sebagai atraksi di dalam booklet wisata.

Booklet 32 halaman yang berjudul "Uttar Pradesh Tourism - Unlimited Possibilities" itu telah diresmikan Rabu oleh Menteri Pariwisata, Rita Bahuguna Joshi dalam sebuah konferensi pers minggu lalu. Menurut Kepala Menteri Uttar Pradesh, Yogi Adityanath, penghilangan tersebut lantaran struktur Taj Mahal sudah tidak lagi sama seperti dahulu kala. Banyak arca di dalamnya yang diserahkan kepada kepala negara lain atau pejabat asing saat datang berkunjung. Booklet yang baru diresmikan hanya menyoroti sejumlah proyek pariwisata saat ini dan masa depan. Bahkan ada satu halaman yang didedikasikan untuk kuil Gorakhnath.

Keputusan pemerintah India untuk tidak memasukkan Taj Mahal sebagai bagian dari atraksi wisata mengundang banyak reaksi dari politisi, sejarahwan, dan politisi. Banyak di antara mereka yang mengecam keputusan tersebut. Juru bicara partai Kongres Abhishek Manu Singhvi mengatakan, "Bagaimana bisa membayangkan pariwisata di Uttar Pradesh atau India tanpa Taj Mahal. Jika memang itu adalah booklet tentang pariwisata tapi tidak termasuk Taj, maka menunjukkan adanya bias agama yang salah tempat.

Reaksi kemarahan lain di tulis dalam akun Twitter pribadi. "Pemerintah telah mencemarkan nama baik warisan negara kita dengan menghapus Taj Mahal dari daftar pariwisata. Akan menjadi buat dari semua lelucon di media internasional," tulis aktivis Dhruv Rathee dalam tweetnya seperti yang dikutip dari Independent, Kamis (5/10/2017).

Sementara itu, Avneesh Awasthi selaku direktur jenderal pariwisata Uttar Pradesh menolak tuduhan bahwa Taj Mahal sengaja ditiadakan. Menurutnya booklet tersebut bukanlah ringkasan dari tempat-tempat wisata, melainkan hanya sebuah buku untuk menyoroti karya-karya yang dilakukan oleh pemerintah incumbent dan proyek-proyek yang direncanakannya. "Dalam kategori ini, ada tiga proyek di sekitar Taj Mahal yang juga telah disebutkan," ujar Avneesh.

Taj Mahal adalah mesjid yang dibangun oleh Kaisar Mughal Muslim Shah Jahan untuk mengenang istrinya, Mumtaz Mahal. Sejak tahun 1983, Taj Mahal menjadi World Herritage Sites UNESCO. Bangunan yang dibangun pada abad ke-17 itu menarik minat tujuh juta pengunjung tiap tahunnya.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini