nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hingga Usia 18 Tahun Anak Harus Tidur Minimal 10 Jam, Ini Alasannya

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 05 Oktober 2017 16:51 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 05 481 1789456 hingga-usia-18-tahun-anak-harus-tidur-minimal-10-jam-ini-alasannya-hvsoQE4OEO.jpg Durasi tidur pada remaja (Foto:Shutterstock)

TIDUR yang cukup diketahui menjadi salah satu hal yang bisa menjaga kesehatan tubuh. Pada anak, tidur yang cukup memengaruhi pertumbuhannya. Idealnya seorang anak harus tidur dengan durasi 10-12 jam, sedikit lebih lama dari durasi tidur orang dewasa. Selain durasi tidur, anak harus mendapatkan tidur yang berkualitas terutama di malam hari.

Perlu diketahui, hormon pertumbuhan pada anak akan dikeluarkan tubuh antara pukul 22.00 – 24.00. Hormon tersebut baru bisa keluar apabila anak memiliki tidur yang nyenyak. “Hormon pertumbuhan membantu mengoptimalkan kegunaan nutrisi yang didapatkan oleh tubuh dari asupan makanan untuk merangsang pertumbuhan anak,” ungkap ahli gizi medik, Dr. dr Saptawati Bardosono, Msc saat dijumpai dalam sebuah acara, Kamis (5/10/2017) di kawasan Jakarta Pusat.

Durasi tidur anak bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kesibukannya. Ada anak yang bisa tidur hingga 10 jam lamanya di malam hari. Tapi ada suatu kondisi di mana anak tidak bisa tidur selama 10 jam dalan satu malam. “Pada anak sekolah contohnya. Sulit untuk mendapatkan waktu tidur yang ideal di malam hari. Bisa disiasati dengan cara tidur siang sepulang sekolah. Untuk balita yang belum sekolah, mereka bisa tidur kurang lebih satu jam setelah makan pagi atau makan siang,” tambah dr Saptawati.

Durasi tidur ini sebisa mungkin diterapkan hingga anak berusia 18 tahun. Sebab hingga usia 18 tahun anak masih mengalami pertumbuhan. Maka dari itu, penting bagi orangtua untuk memastikan anaknya mendapatkan durasi tidur yang cukup. Tentu orangtua ingin anaknya bisa tumbuh secara optimal.

Memberikan susu kepada anak sebelum mereka tidur juga bisa membuat anak memiliki tidur yang nyenyak. Hal itu lantaran susu mengandung lemak yang bisa membuat tubuh mengantuk. Selain itu, susu juga mengandung probiotik yang baik untuk membantu memperlancar sistem pencernaan.

Apabila sistem pencernaan anak baik-baik saja selama ia tidur, maka kualitas tidurnya tidak akan terganggu. Anda tentu tahu jika sistem pencernaan anak terganggu saat tidur mereka akan menjadi gelisah dan kemungkinan bangun berkali-kali selama tidur.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini