nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BACKPACKER DIARY: Melihat Keindahan Paris dari Puncak Arc de Triomphe

Dada Sathilla, Jurnalis · Jum'at 06 Oktober 2017 10:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 06 406 1789864 backpacker-diary-melihat-keindahan-paris-dari-puncak-arc-de-triomphe-lpLddRP4FG.jpg

Satu hal yang mempermudah traveling di Paris adalah titik destinasi wisata yang mudah dicapai dengan metro atau kereta bawah tanah. Beberapa terletak tepat di bawah atau di depan sebuah destinasi, yang lainnya ada di seberangnya. Ini mempermudah saya kala ingin mengunjungi Arc de Triomphe yang masuk dalam daftar wajib kunjung di Paris.

Berdasar pengalaman traveling ke Paris, menurut saya kota ini memiliki sistem transportasi massal yang terbaik di dunia. Paris memiliki 16 jalur metro dimana setiap stasiunnya terletak persis di depan atau dekat dengan destinasi wisata.

Pada hari pertama saya mengunjungi Paris, dengan metro, saya turun di stasiun Charles de Gaulle Etoile. Tiket metro 1,8 Euro atau sekira Rp28.500. setelah disambung jalan kaki beberapa saat tibalah saya di salah satu ikon Paris yaitu Arc de Triomphe.

Terletak di Place Charles de Gaulle atau yang sebelumnya disebut sebagai Place de l'Etoile dan berada di sebelah barat Champs Elysees, berdiri dengan kokoh Arc de Triomphe. Monumen kemenangan ini dibangun atas perintah Napoleon setelah kemenangan dalam pertempuran Austerlitz.

(Baca Juga: Ngeri, Adegan Pemerkosan di Film Last Tango in Paris Ini Nyata)

Monumen ini didedikasikan untuk menghormati para prajurit Prancis yang bertempur dan mati dalam Revolusi Prancis dan perang Napoleon. Arc de Triomphe dibangun dengan inspirasi dari Arch of Titus yang berada di sebelah Colloseum di Roma, Italia. Sayangnya Napolen meninggal dunia sebelum pembangunan Arc de Triomphe selesai dan diresmikan pada tahun 1836.

Arc de Triomphe memiliki gaya arsitektur Neo Klasik, dimana setiap bagian monumen dihias dengan patung dan relief yang menceritakan kemenangan - kemenangan pasukan Prancis. Beberapa nama pertempuran yang berhasil dimenangkan Prancis juga diukir di bagian dalam monumen. Untuk menghargai jasa para jendralnya, nama - nama mereka yang memimpin pertempuran termasuk yang gugur pun diukir di dinding Arc de Triomphe.

(Baca Juga: Syuting Film Iqro II Sampai ke Paris)

Arc de Triomphe terletak di persimpangan 12 jalan utama Paris yang selalu ramai. Untuk menghindari kemacetan sebaiknya mengunjungi monumen ini lewat underpass yang berada di Champ Elysees dan di Avenue de la Grande Armee.

Saya mengunjungi Arc de Triomphe di suatu sore di musim semi. Meski udara masih agak dingin namun matahari juga lumayan menyengat. Suasananya lumayan ramai dengan turis yang sibuk berfoto di depan monumen. Karena saya sendirian, saya minta tolong turis lain untuk mengambilkan foto.

Seperti halnya landmark Paris lainnya, Arc de Triomphe juga menjadi lokasi favorit untuk menikmati view kota Paris dari atas terutama untuk melihat kesibukan di jalan Champs Elysees.

Dari bawah tinggal naik lift kemudian disambung dengan naik tangga sebanyak 46 anak tangga untuk menuju terasse, tempat terbaik menikmati view kota Paris. Selain itu para pengunjung juga bisa mengunjungi museum untuk melihat model Arc de Triomphe.

Untuk naik ke atas Arc de Triomphe perlu membayar 12 euro atau Rp190.000. Namun pemandangan yang dilihat sepadan dengan tiket yang dibeli. Meski tak setinggi menara Eiffel, dari puncak Arc de Triomphe bisa melihat landskap kota Paris terutama gedung -gedungnya yang identik dan bernuansa romantis.

Puas mengamati kota Paris dan detail monumen Arc de Triomphe, saya lalu melanjutkan perjalanan ke salah satu jalan paling terkenal di dunia, Champs Elysees.

(Baca Juga: Tak Hanya Menara Eiffel, Berikut 5 Spot Jalan Kaki yang Asyik di Paris)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini