nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BACKPACKER DIARY: 5 Kejahatan di Paris yang Biasa Menyapa Traveler, Segera Bilang 'Non' dan Tinggalkan!

Dada Sathilla, Jurnalis · Jum'at 06 Oktober 2017 14:59 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 06 406 1790091 backpacker-diary-5-kejahatan-di-paris-yang-biasa-menyapa-traveler-segera-bilang-non-dan-tinggalkan-nXQ2w9AhWr.jpg

KOTA-kota di negara maju bisanya memiliki tata kota yang rapi dan cantik, modern, bersih dan pastinya aman.

Namun ternyata tak semua kota besar di negara maju aman. Paris contohnya, puluhan juta turis yang mengunjungi Paris setiap tahunnya ternyata juga menarik kehadiran para scammers. Kehadiran para traveler dijadikan sasaran empuk scammers di Paris. Mereka beraksi dengan berbagai cara kreatif yang kadang tak disadari para korbannya. Bagaimana cara menghindari scammers ini saat travelling ke Paris?

Sebelum berangkat ke Paris saya membaca banyak sumber yang menyebutkan kalau di Paris saya mesti hati - hati karena kota ini terkenal dengan copet dan penipu lainnya. Saat sudah sampai di Paris barulah saya mengalami sendiri apa yang dialami oleh traveler lainnya.

Untungnya karena sudah mengantongi berbagai info dan selalu waspada saya bisa lolos dari jebakan para penipu ini. Bagi Anda yang berencana mengunjungi Paris, berikut jenis-jenis scammers yang umum ditemui di Paris. 

1. Ritual Cincin di Sacre Coeur

Saat saya hendak masuk lewat pintu gerbang Sacre Coeur saya didekati beberapa pria kulit hitam yang membawa cincin. Mereka minta saya memasukkan jari ke dalam cincin dengan alasan sebagai ritual wajib sebelum masuk ke Basilika Sacre Coeur. Untungnya saya menolak karena sebenarnya tak ada ritual semacam ini. Biasanya setelah seorang turis terjebak dan memasukkan jarinya ke dalam cincin tersebut ia akan dimintai uang beberapa euro oleh rombongan pemuda tersebut. 

2. Penipu di Menara Eiffel

Saat sedang asyik selfie di taman di sekitar menara Eiffel pada pagi hari, seorang perempuan asal Rumania mendekati saya. Ia menanyakan dari mana asal saya. Setelah tahu saya dari Indonesia ia menunjukkan daftar di kertas yang katanya sumbangan untuk anak - anak tak mampu dari negara muslim dan kertas petisi. Ia meminta saya untuk menandatangani petisi dan menyumbang. Awalnya saya akan menyumbang dengan koin 2 Euro, tapi saat mengambil uang ia melihat uang kertas dollar milik saya dan mengatakan kalau ia menerima sumbangan dalam mata uang dollar Amerika juga. Segera saya sadar kalau ini penipuan dan langsung saya tinggalkan perempuan ini. 

3. Penipu Minta Sumbangan-Gipsi di Sekitar Monumen Putri Diana

Saat menyeberang jembatan untuk melihat monumen putri Diana kembali saya didatangi perempuan yang membawa clipboard dan kertas petisi. lagi - lagi penipu ini minta sumbangan untuk anak - anak tak mampu. Ketika saya bilang 'tidak', ia langsung marah dan mengomel dalam bahasanya. Agak aneh memang, setelah ditolak penipu ini jadi kasar. Belakangan saya baru tahu kalau penipu di Prancis kebanyakan merupakan kaum Gipsi yang kabarnya berasal dari Rumania, sebuah negara di Eropa Timur. 

4. Penipuan Berkedok Cincin Jatuh

Ini merupakan jenis penipuan klasik. Seseorang akan berpura- pura menemukan cincin dan menanyakan apakah ini cincin milik calon korban. Saat calon korban sedang berbicara dengannya, temannya akan mengambil dompet atau hape dari tas atau saku korban. Ada juga yang berkedok menemukan kertas atau menanyakan lokasi di peta saat calon korban sedang duduk di kafe atau di atm. Mereka akan bertanya lalu mencopet saat perhatian korban teralihkan. 

5. Copet di Metro (Kereta)

Di dalam metro atau kereta bawah tanah pencopetnya masih anak - anak perempuan berumur 12-16 tahun. Ia akan mendekatkan tasnya di sebelah tas calon korban lalu mengambil barang berharga dari tas. Anak-anak ini kabarnya diberikan target 300 Euro per hari oleh sindikatnya dan akan dihukum berat bila tak berhasil mencapai target harian. Waspadai pula orang - orang yang kelewat baik ingin membantu membeli tiket di stasiun karena saat lengah ia akan mencopet.

Kebanyakan copet dan scammers di Paris beroperasi dalam kelompok, bahkan ada juga satu keluarga yang berpura-pura sebagai turis namun sebenarnya copet!

BACA JUGA:

Bagaimana Solusinya?

Bila didekati orang - orang mencurigakan ini segera bilang 'Non' yang artinya tidak, lalu tinggalkan mereka. Karena kebanyakan scammers ini bekerja dengan mengandalkan perhatian turis yang telah teralih, pastikan untuk tetap fokus dan waspada.

Jalan dengan pede dan jangan kelihatan cemas atau takut agar tak dikenali dan didekati para scammers. Atau bisa juga berpura - pura tak bisa bahasa Inggris.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini