Generasi Millenial Terlalu Aktif di Komputer, Segera Cek Kualitas Mata jika Tak Ingin Ini Terjadi!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 06 Oktober 2017 18:41 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 06 481 1790335 generasi-millenial-terlalu-aktif-di-komputer-segera-cek-kualitas-mata-jika-tak-ingin-ini-terjadi-a89UADaN0G.jpg Ilustrasi (Foto: Runhealthylifestyle)

PUNYA teman yang kondisi mata kanan dan kirinya tidak sama? Maksudnya adalah mata yang kanan minus 3, tapi yang kiri normal cenderung baik. Ya, kondisi tersebut bisa terjadi!

Begitu juga yang dijelaskan Dokter Spesialis Mata RS Pondok Indah - Pondok Indah Dr. Rita Polana, SpM, mata yang kualitasnya tidak sama itu sangat mungkin terjadi. Ada dua faktor penyebabnya.

Yang pertama adalah karena keturunan. Dalam dunia medis mata, kondisi ini dinamakan minus progresif. Jadi, bila merunut pada riwayat keluarga, tentu ada salah satu dari anggota keluarga si pasien yang punya masalah serupa.

Kemudian, satunya lagi karena terlalu aktif di depan komputer. Ini yang akhirnya banyak diderita generasi milenial sekarang. Karena tidak bisa jauh dari gadget dan komputer, alhasil kualitas matanya memburuk. Diperparah dengan tidak menjaga kualitas mata dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin A atau juga istirahat yang cukup.

Nah, dr. Rita menyarankan pada mereka yang punya masalah mata dengan kondisi tidak imbang untuk melakukan terapi sayuran. "Jadi, kalau Anda punya mata kiri minusnya sampai 4 sedangkan mata kanannya normal, bisa menjajal terapi makan wortel, apel, dan tomat masing-masing satu setiap hari dalam sebulan penuh," ungkap dr. Rita saat diwawancarai Okezone di acara Diskusi Fotokoagulasi Laser dan YAG Laser Capsulotomy RS Pondok Indah - Pondok Indah, di Jakarta Selatan, Jumat (6/10/2017).

Dr. Rita melanjutkan, mengonsumsi 1 wortel, 1 apel, dan 1 tomat secara rutin akan memperbaiki kualitas mata menjadi lebih baik. Setidaknya tidak membuat mata semakin buruk. Tidak hanya terapi buah dan sayur saja, kebiasaan buruk pun harus segera diubah. Misalnya menatap layar komputer secara terus menerus.

"Saya sangat sarankan, pada penderita kasus ini di bawah usia 17 tahun untuk tidak lebih menatap layar komputer selama 1 jam dan kemudian beristirahat selama setengah jam. Kemudian, untuk kasus orang dewasa, Anda tidak boleh lebih dari 2 jam menatap layar komputer dan setelahnya beristirahat selama 15 menit," papar Dr. Rita.

Yang perlu ditegaskan di sini, sambung dr. Rita, adalah waktu istirahatnya. Saat mata tidak lagi menatap layar komputer, berarti tidak diperbolehkan dulu untuk menatap hp pun membaca buku. Sebaiknya Anda mencari udara segar atau memandang sesuatu yang bisa membuat Anda bahagia, salah satu yang baik adalah melihat warna hijau untuk merangsang perbaikan mata.

(vin)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini