nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Bidan di Pulau Limbung Diancam Maling yang Butuh Obat untuk Nge-Fly

Ade Putra, Jurnalis · Sabtu 07 Oktober 2017 17:14 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 10 07 481 1790836 kisah-bidan-di-pulau-limbung-diancam-maling-yang-butuh-obat-untuk-nge-fly-cqGWw6YZ8c.jpg Puskesmas Pulau Limbung Kalimantan Barat (Foto:Ade)

TANPA mencari tahu penyebabnya, masyarakat terutama netizen dengan mudah menyalahkan petugas pelayanan publik. Terutama soal pelayanan kesehatan. Seperti yang terjadi di Pulau Limbung, Kecamatan Sungai Asam, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Jumat, 6 Oktober kemarin, pemilik akun Ricky Lumoss memposting keluhan terkait minimnya pelayanan kesehatan di Pulau Limbung di laman grup facebook Pontianak Informasi. Postingan keluhan mengenai jarang adanya petugas kesehatan di Puskesdes (Puskesmas Perdesaan) Pulau Limbung itu ramai dikomentari warganet hinga viral. Tak sedikit darinya yang mencela.

Namun hal tersebut dibantah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya, dr Berli Hamdani. Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterima dari Kepala Puskesmas Sungai Asam, bahwa petugas medis Puskesdes Pulau Limbung yang diketahui adalah Bidan Indriani, tidak pernah meninggalkan tempat tugas dalam waktu yang lama.

BACA JUGA:  Keliru Besar Menyeruput Teh saat Masih Panas, Ini Penjelasan Medisnya

"Kalau pun ada keperluan yang penting, selalu melapor ke Kapus-nya (Kepala Puskesmas, red)," kata Berli, kemarin.

Ia menjelaskan, Dinkes Kubu Raya berupaya memberikan pelayanan kesehatan yang merata kepada masyarakat. Selain Puskesdes, di Pulau Limbung juga terdapat Puskesmas Pembantu (Pustu) yang petugasnya, hanya Bidan Yeni.

Memang, saat ini Yeni sedang tugas belajar sekolah untuk penyetaraan di Poltekes. Dua minggu terakhir ini sedang ikut PKL (praktek kerja lapangan) di Yogyakarta. "Dalam waktu dekat ini sudah kembali bertugas di Pustu Pulau Limbung," jelas Berli.

Bicara soal keluhan, kata Berli, sebenarnya bidan-bidan di Pulau Limbung tersebut yang sangat mengeluh. Meski mereka berdua warga setempat, mereka merasa selalu terancam. Karena, Pustu Pulau Limbung sudah beberapa kali dibongkar maling.

Meski tak begitu banyak barang berharga, sasaran maling adalah obat-obatan yang diyakini bisa membuat maling tersebut nge-fly. "Seperti obat batuk tablet Dextromethorphan," jelas Berli.

Tidak hanya itu, bidan-bidan ini juga sering diancam oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. "Ini sudah dilaporkan ke polisi," tegas Berli.

Bahkan saking takutnya, kedua petugas medis itu sempat mengungsi ke rumahnya sendiri. Tidak menginap di Puskesdes dan Pustu. Dan, pelayanan kesehatan pun hanya buka dari pagi sampai siang hari.

"Lokasi Pustu juga agak jauh dari rumah penduduk. Karena dedikasi, semangat pengabdian dan juga sebagai putri daerah, maka mereka tetap melaksanakan tugas pelayanan semampu dan sekuat-kuatnya tanpa memedulikan keselamatannya sendiri," kata Berli.

Ia berterima kasih atas masukan masyarakat yang disampaikan melalui sosial media ini. Menurutnya, petugas di Puskesdes maupun Pustu Pulau Limbung selalu melaksanakan tugasnya sesuai ketentuan.

"Dengan adanya keluhan ini, akan kami tindaklanjuti agar tidak terjadi lagi. Pembinaan Kepegawaian juga tetap terus dilaksanakan secara berjenjang, terjadwal dan terukur," tuturnya.

BACA JUGA:  OKEZONE WEEK-END: Pusing-Pusing Akibat Hujan Gerimis, Mitos atau Fakta?

Berli juga meminta maaf atas ketidaknyamanan ini. "Sekali lagi, saya selaku Kadis meminta maaf atas kejadian sampai timbulnya keluhan masyarakat tersebut. Terima kasih atas kritik dan saran yang disampaikan," ucap Berli.

Berikut keluhan yang diposting Ricky Lumoss;

"Kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya.

 

Selamat pagi bapak2 ibu2..

 

Saya salah satu warga Desa pulau limbung kecamatan sungai raya. Disini ada PUSKESDES yang sangat di sayangkan sekali jarang kalau tidak bisa dikatakan sangatjarang sekali ada tenaga medis yg ada di tempat. Sudah beberapa kali pas keadaan SANGAT emergency warga2 disini tidak mendapatkan Iayanan kesehatan setidaknya pertolongan pertama. Kami harus berkeliling ke desa2 Iain yg jauh untuk mencari Tenaga medis hanya utk mendapatkan pertolongan pertama untuk selanjutnya di rujuk ke RS di Pontianak karena peralatan yg kurang memadai disini.

 

Bapak2 ibu2, kami disini tidak butuh dokter spesialis, megister ilmu kesehatan atau dokter2 lulusan universitas ternama.. kami hanya minta walaupun hanya lulusan D3 kebidanan tapi yg berdedikasi dan selalu ada ketikan di butuhkan. Sudah berapa nyawa yg tak terselamatkan karena tidak adanya pertolongan pertama. Bayangkan dalam keadaan kritis mesti di bawa ke Pontianak yg memakan waktu perjalanan yg lama tanpa bantuan2 alat emergency. Hanya berharap pada do'a dan mukjizat Tuhan YME.. Kami mohon kepada bapakZ ibu2 yg mewakih kami di dinas kesehatan, tolong evaluasi Iagi ttg pelayanan kesehatan di kabupaten tercinta kita ini..

 

Salam hormat saya sebagai perwakilan masyarakat desa pulau Iimbung... Semoga bapak2 ibu selalu sehat dan bahagia,".

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini