BACKPACKER DIARY: Street Food Sapa Vietnam, Berburu Jajanan Penghangat Badan Sambil Belajar Bahasa Lokal

Dada Sathilla, Jurnalis · Senin 09 Oktober 2017 20:59 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 09 298 1792123 backpacker-diary-street-food-sapa-vietnam-berburu-jajanan-penghangat-badan-sambil-belajar-bahasa-lokal-4IEJkmfA3X.jpg Foto: Dada/Okezone

MENCICIPI kuliner lokal suatu kota atau negara tak melulu harus mencobanya di restoran. Berburu street food di pinggir jalan dan pasar juga seru lho.

Street food biasanya digemari warga setempat yang berarti makanan tersebut memang enak. Di kota pegunungan Sapa, Vietnam, yang berbatasan darat dengan Tiongkok street food-nya kebanyakan disajikan serba bakar agar bisa menghangatkan badan.

Setiap daerah atau kota biasanya memiliki street food. Mencoba street food biasanya murah dan menjadi favorit turis dan warga setempat. Tapi mesti pilih-pilih juga street food mana yang bersih.

Bila ingin melatih beberapa kosa kata dan kalimat dalam bahasa lokal bisa juga dicoba saat membeli street food karena biasanya penjualnya tak bisa bahasa Inggris. Berikut beberapa jenis street food yang saya temukan di Sapa :

1. Aneka sate dan jajanan panggang

Sate dan makanan panggang lainnya merupakan street food yang paling mudah ditemukan di Sapa. Kios sate buka sejak pagi hingga menjelang tengah malam. Saya melihat ada beberapa kios di setiap gang yang saya lalui saat menuju ke Cat Cat Village. Selain itu kios jajanan panggang bisa ditemukan di Sapa market, depan gereja, jalan Cau May hingga di sekitar air terjun !

Jenis  sate dan jajanan panggang ada berbagai macam dan bisa dipilih sesuai selera, misalnya kentang, telur, ketela, jagung, chicken wings, dan ikan. Pun begitu dengan pilhan dagingnya. Ada sate babi gulung bayam Meo, sate sapi gulung bayam Meo, sate sapi panggang pedas, sate babi panggang pedas, sate tofu, sate jamur, hingga sate kaki dan sayap ayam. Waktu penjual menjelaskan bermacam sate yang ada di kiosnya saya sampai bingung mau milih yang mana. 

Aneka jajanan panggang dan sate ini lumayan bisa menghangatkan badan. Waktu itu saya pilih duduk di kursi yang dekat dengan alat panggang, rasanya lumayan hangat jadinya. Karena menunya mirip dengan restoran barbeque, kios pinggir jalan ini sering disebut juga sebagai restoran BBQ mini. Harga sate dan jajanan panggang ini mulai dari 10.000-30.000 Dong per tusuknya, atau sekitar 5000-15.000 Rupiah.

2. Ketela Bakar

Saya menemukan ketela bakar ini di deretan kios kaki lima di depan pintu masuk air terjun Silver Waterfall beberapa hari lalu. Tumpukan ketela yang belum dikupas dipanggang di atas arang. Tak cuma ketela, ada juga jagung yang dibakar disini. Ketela dan jagung bakar ini menjadi cemilan pilihan saat lapar melanda di cuaca yang dingin. Harga ketela dan jagung bakar bervariasi, tergantung lokasi dan kemampuan menawar. Harganya berkisar dari 3000-15.000 Dong atau sekira 1500-7500 Rupiah. 

BACA JUGA:

3. Ketan 7 warna 

Jajanan pasar ini merupakan jajanan tradisional dari suku Nung yang bermukim di Muong Khuong, Lao Cai. Warnanya yang colorful membuat jajanan ini terlihat menarik. Ketan 7 warna ini terdiri dari warna pink, hijau tua, kuning, kuning kehijauan, putih, merah dan merah tua. Pewarna makanan menggunakan dedaunan dari hutan di Sapa. Suku Nung dikenal menyukai pelangi. Dengan membuat ketan 7 warna mereka mengharap akan datangnya kemujuran. Secara tradisional, ketan 7 warna dimakan saat tahun baru bersama keluarga. Tapi di Sapa jajanan ini bisa dengan mudah ditemukan di pasar maupun kios kaki lima.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini