nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

FOOD STORY: Cecempek, Suguhan Tradisional Simbol Keakraban Masyarakat Purwakarta

Mulyana, Jurnalis · Rabu 11 Oktober 2017 15:10 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 11 298 1793315 food-story-cecempek-suguhan-tradisional-simbol-keakraban-masyarakat-purwakarta-q6JI8tK6AD.jpg Cecempak makanan tradisional Purwakarta (Foto:Mulyana)

BUPATI Purwakarta, Dedi Mulyadi menerapkan konsep minimasil dalam hal penjamuan tamu kedinasan. ‎Seperti yang terlihat rumah dinasnya, selain ruangan yang menjadi tempat persinggahan para tamunya dibuat lesehan, hidangan makan ringan yang disajikan pun mengusung tema tradisional.

Di tempat yang terkesan formal itu, hanya beralaskan karpet lantai. Tak hanya itu, di tempat tersebut terlihat hiasan-hiasan kue basah tradisonal yang disajikan di atas piring berbahan dasar anyaman bambu.

Bebeberapa waktu lalu, Kang Dedi (sapaan bupati) menjelaskan, dirinya sengaja menerapkan konsep tradisional di tempat-tempat penerimaan tamunya. Dia ingin membuat ruang tamu ini tak terkesan kaku dan terlihat formal.

BACA JUGA: VIRAL! Bikin Ngakak, Celana Ini Disebut Netizen Mirip Ayam Goreng Cepat Saji

"Konsep seperti ini, untuk lebih mendekatkan antara masyarakat dengan pimpinannya. Supaya, lebih terjalin kedekatan secara emosional," ujar Kang Dedi.

Terkait jamuan yang disajikan untuk tamu kedinasannya, ‎dia menjelaskan, yakni makanan ringan yang lebih menitik beratkan pada kue basah hasil kerajinan tangan masyarakat (home industry) yang melambangkan kekhasan kuliner khas Purwakarta.

 

"Di kita itu khususnya di Jabar, terkenal dan kaya akan kulinernya. Makanya, kami ingin kue tradisional ini tetap lestari. Apalagi, kuliner khas ini merupakan salah satu kebudayaan," jelas dia.

BACA JUGA: Ahli Gizi: Seblak Tidak Langsung Sebabkan Usus Buntu, Faktor Ini Bisa Jadi Pemicunya!

Dengan begitu, terang dia, kuliner tradisional ini harus tetap terjaga keberadaannya. ‎Karenanya,sejak lama pihaknya membuat konsep penyajian makanan bagi tamu ini berbau kultur kebudayaan. Bahkan, dikemasnya juga lebih ke tradisional.

Adapun, kue yang dihidangkan, seperti lemper, kue lapis, onde-onde, bolu gulung, getuk, putri 'noong', serta banyak macam lainnya. Sedangkan untuk hidangan masakan yang paling difavoritkan yaitu sate maranggi dan sop tulang. Dua makanan itu, merupakan menu wajib yang dihadirkan untuk sajian menjamu tamu kedinasan.

"Selain isinya makanan tradisional, kami juga tidak menggunakan piring kaca untuk penyajiannya. Tapi, pakai Cecempek atau piring yang terbuat dari anyaman bambu lalu di atasnya dihias daun pisang," tambah dia.‎

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini