nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mantap! Raja dan Ratu Belgia Kagumi Artefak Kuno Indonesia

Agregasi Antara, Jurnalis · Rabu 11 Oktober 2017 12:16 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 10 11 406 1793171 mantap-raja-dan-ratu-belgia-kagumi-artefak-kuno-indonesia-eLtcaWnvQi.jpg Ilustrasi. Arca Nandi dari Candi Singasari di Leiden (Foto: Antara)

BRUSSEL- Raja Belgia Philippe Leopold Louis Marie dan Ratu Mathilde sangat tertarik untuk menyimak dan melihat seratusan artefak kuno dari berbagai daerah Indonesia yang ditampilkan di Europalia Arts Festival Indonesia.

Raja dan ratu yang didampingi Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla terlihat sangat serius memperhatikan dan mendengarkan dari seorang ahli sejarah setiap artefak yang ditampilkan.

Bahkan, Raja dan Ratu Belgia beberapa kali berputar di beberapa artefak untuk melihat secara rinci penjelasan tertulis di sisi kiri bawah masing-masing artefak.

Beberapa artefak kuno yang ditampilkan, antara lain, terbuat dari kayu, perunggu, emas, perak, dan batu, seperti dari Sumateta Utara, Sulawesi Selatan, Jawa, NTT, NTB, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua.

Usai berkeliling melihat artefak, Wapres bersama Raja dan Ratu Belgia serta rombongan menyaksikan sejumlah tari tradisional Indonesia. Pertunjukan tari, gerak, dan nyanyi adalah Nani Topeng Losari, Suara Papua, dan Saman Gayo Lues.

(Baca Juga: Pemandangan Tidak Disangka dari Kokpit Sebelum Pesawat Mendarat, Menakjubkan!)
(Baca Juga: Pemandangan Tidak Disangka dari Kokpit Sebelum Pesawat Mendarat, Menakjubkan!)

Rampai Indonesia merupakan tajuk yang dicanangkan melekat pada berbagai persembahan yang dipersiapkan dengan matang dan melalui kerja keras para pelaku dan pencipta seni dan budaya yang lahir dari talenta-talenta muda, baik melalui tradisi maupun sekolah-sekolah tinggi seni yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Dari perhelatan seni dan budaya multidisiplin ini diharapkan akan terjadi interaksi antarpelaku, penikmat, pencinta, dan penggagas ajang kesenian dan kebudayaan dari publik dunia.

(Baca Juga: Pasutri yang Ingin Cepat Punya Momongan, Coba Gaya Seks Missionaris!

Ajang Promosi Pariwisata

Kementerian Pariwisata menjadikan Europalia Arts Festival Indonesia 2017 yang berlangsung di Belgia sebagai ajang untuk mempromosikan objek wisata Indonesia, mengingat wisatawan asal Eropa selama ini sangat potensial.

"Meskipun Europalia lebih banyak menampilkan budaya tapi kegiatan itu juga tak lepas dari produk pariwisata," kata Sekretaris Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata Ni Wayan Giri Adnyani.

Dikatakan, wisatawan asal Eropa selama ini tercatat sebagai pelancong dengan jumlah terbesar kedua setelah China yang datang ke Indonesia. Wisatawan Eropa yang datang ke Indonesia mencapai 2-2,2 juta orang setiap tahun, terbesar dari Inggris, Prancis, Jerman, Belanda, dan Rusia.

(Baca Juga: VIRAL! Video Efek Retak Jembatan Kaca di China Menuai Reaksi Keras dari Masyarakat)

Dikatakan, manfaat Europalia dijadikan ajang promosi pariwisata disebabkan 60-65 persen wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia tertarik alam dan budaya, sementara sisanya untuk tujuan olahraga.

Europalia, katanya, sebenarnya bukan ajang promosi pariwisata bagi Indonesia karena ajang pameran wisata terbesar sesungguhnya adala ITB Berlin di Jerman setiap Maret dan WTM di Inggris setiap November. "Namun demikian Europalia juga diharapkan bisa merebut wisatawan Eropa datang ke Indonesia," kata Giri.

Indonesia tahun ini menjadi negara tamu kehormatan di festival seni yang ke-26 di Europalia Arts Festival 2017. Festival Seni Europalia akan berlangsung selama 104 hari, dimulai 10 Oktober 2017-21 Januari 2018.

(Baca Juga: Rahasia Pernikahan Awet Sampai Tua)

Indonesia dalam perhelatan seni dan budaya multidisiplin bergengsi terbesar yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali ini melibatkan lebih dari 486 seniman dan budayawan Indonesia pada 226 program acara di beberapa kota di Belgia dan enam negara Eropa lain yakni lnggris, Belanda, Jerman, Austria, Perancis dan Polandia.

Pihak Europalia memandang Indonesia sebagai negara multi-etnik dengan keragaman budayanya dan sudah saatnya mendapat perhatian dari masyarakat Eropa yang semakin majemuk.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini