nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cegah Kelumpuhan Akibat Stroke, Deteksi Dini Gangguan Irama Jantung dengan ''Menari''

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 11 Oktober 2017 15:52 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 11 481 1793354 cegah-kelumpuhan-akibat-stroke-deteksi-dini-gangguan-irama-jantung-dengan-menari-aXUDFbb22R.jpg Meraba nadi sendiri (Foto: Saga)

MASALAH kardiovaskular sepertinya makin tinggi setiap tahunnya. Gaya hidup yang tidak sehat dan juga kondisi lingkungan yang semakin berpolusi menjadi pemicu masalah ini.

Salah satu masalah yang banyak diderita masyarakat Indonesia adalah jantung. Namun, ada penyakit jantung yang mungkin masih belum dapat perhatian lebih. Adalah Fibrilasi Atrium (FA) atau gangguan pada irama detak jantung yang tidak seirama.

Padahal, masalah ini punya komplikasi yang tidak kecil. Dijelaskan sebelumnya, mereka yang mengalami gangguan FA, maka 500% mengalami stroke!

(Baca Juga: VIRAL! Video Efek Retak Jembatan Kaca di China Menuai Reaksi Keras dari Masyarakat)

Mengetahui hal tersebut, sudah sepatutnya masyarakat sadar betul mengenai masalah irama jantung ini. Nah, sebagai langkah deteksi dini, "Menari" bisa dilakukan secara rutin. Dijelaskan Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, SpJP (K) FIHA, FasCC, menari adalah meraba nadi sendiri.

(Baca Juga: Mantap! Raja dan Ratu Belgia Kagumi Artefak Kuno Indonesia)

Kenapa hal itu penting, diutarakan Prof. Yoga, karena dengan mengetahui detak nadi, maka akan mudah mendiagnosis apakah Anda mengalami FA atau tidak.

"Kondisi ketidaksamaan irama nadi menjadi tanda awal yang mudah dikenali dari penyakit ini. Kalau dirasa iramanya tidak sama, Anda perlu lebih waspada," kata Prof. Yoga saat diwawancarai Okezone di acara Press Conference "Raba Nadi, Kenali Fibrilasi Atrium (FA), Hindari Kelumpuhan!" yang digelar di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta, Rabu (11/10/2017).

(Baca Juga: Terungkap! Misteri di Balik Bau Menyengat dan Rasa Durian yang Tajam)

Prof. Yoga melanjutkan, untuk mengecek nadi itu, Anda bisa melakukan langkah yang tertera di foto berikut ini:

Jadi, ada dua cara sederhana yang bisa dilakukan.

1. Menggunakan dua jari yang ditempatkan di bawah sendi tangan Anda. Kalau sudah terasa, mulai mengamati apakah iramanya sama atau kadang kala mendadak cepat atau bahkan hilang secara tiba-tiba.

2. Cara kedua adalah dengan menggunakan tiga jari dengan meletakkannya sejajar dengan jempol dan menempatkan tiga jari tersebut di tulang jempol dekat dengan sendi tangan.

(Baca Juga: Kenali Bahaya Menggunakan Sepatu Tanpa Kaos Kaki)

Nah, setelah "Menari", Anda kemudia mengamati, apakah iramanya sama atau berbeda. Dijelaskan Prof. Yoga, ada 3 kondisi dasar yang bisa mendefiniskan FA.

1. Fish floating; ini seperti dentuman detak nadi yang mendadak dan lumayan kencang.

2. Druming; kondisi dimana nadi Anda berdetak kencang seperti sedang bermain drum.

3. Roumbling; kondisi dimana nadi Anda berdetak cepat dengan ritme yang padat.

Nah, kalau ternyata ada gejala mengarah pada masalah FA, Prof. Yoga menyarankan untuk mengenali lebih jauh kondisi tubuh Anda. Ini penting agar diagnosis FA pun bisa menjadi lebih baik.

Gejala FA yang biasanya terjadi antara lain:

1. Merasa lelah dan tak bertenaga

2. Denyut jantung tetap cepat atau berubah dengan cepat

3. Merasa napas pendek atau sesak

4. Berdebar

5. Kesulitan melakukan olahraga atau aktivitas sehari-hari

6. Terasa nyeri, tekanan, rasa terhimpit atau tidak nyaman di dada

7. Rasa melayang dan pusing

8. Pingsan

9. Sering kencing

Kalau gejala ini Anda rasakan, sebaiknya segera hubungi dokter supaya mendapat penanganan yang lebih tepat. "Ingat! Kalau memang Anda punya gejala FA, tak lebih dari 48 jam serangan stroke bakal terjadi!" tegas Prof. Yoga.

Yang perlu diketahui selanjutnya adalah waktu yang tepat untuk meraba nadi sendiri (Menari). Ditambahkan Prof. Yoga, waktu yang paling tepat adalah saat Anda bangun tidur. "Itu karena tubuh Anda belum melakukan kegiatan berat, bahkan habis istirahat. Jadi, tidak ada indikasi lain yang menyebabkan denyut nadi tidak seirama," tuturnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini