Image

Bikin Haru! Divonis Bakal Meninggal, Bayi Kembar Prematur Ini Saling Menguatkan untuk Bertahan Hidup

Vessy Frizona, Jurnalis · Kamis 12 Oktober 2017, 20:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 12 196 1794339 bikin-haru-divonis-bakal-meninggal-bayi-kembar-prematur-ini-saling-menguatkan-untuk-bertahan-hidup-8LylofO6Ck.jpg

AYAH dan ibunya sudah pasrah, 1Bahkan sempat ada di titik merelakan buah hatinya 'pergi' bila memang tak ada kekuatan untuk hidup. Namun, bayi kembar laki-laki itu memang luar biasa, mereka berjuang untuk tetap hidup.

Kisah haru datang dari pasangan yang berada di Queensland, Australia. Mereka mengungkapkan kegembiraan karena akhirnya dapat membawa pulang bayi laki-laki kembar yang telah lama dirawat di rumah sakit karena lahir sangat prematur.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Dailymail Australia, Kamis (12/10/2017), Dianna Radke dan Christopher Swan telah menceritakan perjuangan bagaimana bayi laki-laki itu bertahan hidup.

Ketika Dianna menjalani persalinan empat bulan lebih awal, pasangan tersebut diberitahu oleh pihak rumah sakit bahwa bayi kembar mereka yang baru lahir Maximus dan Nikolai divonis tidak akan bertahan lama dan mereka harus 'mengucapkan selamat tinggal dan membiarkan mereka pergi'.

Tetapi orangtua itu tidak menyerah begitu saja.

"Sangat sulit dipercaya bahwa mereka bertahan sejauh ini, tapi sekarang mereka seperti bayi baru lahir lainnya," kata Christopher.

(Baca Juga: Tak Mau Kalah dengan Hamish Daud, Raffi dan Denny Cagur Pun Beri Dukungan Achintya Nilsen di Miss World 2017)

(Baca Juga: Tak hanya Jaga Berat Badan, Minum Air Putih 8 Gelas Juga Cegah Infeksi Kemih)

(Baca Juga: Mengobati Batuk hingga Cegah Kanker, Manfaat Cokelat untuk Kesehatan yang Belum Diketahui)

(Baca Juga: Liburan Seru ala Jokowi, dari Mulai Melancong ke Raja Ampat hingga ke Kebun Binatang Ragunan)

Hal yang membuat orangtua bayi kembar ini terharu adalah ketika melihat dan merasakan perjuangan anak-anaknya. Bayi kembar itu seperti tak ingin membuat orangtuanya sedih, mereka berjuang bersama dan saling menguatkan.

"Mereka melakukannya dengan sangat baik, makan dan tidur semalaman dan memiliki kepribadian yang menakjubkan sebagai bayi. Mereka saling menguatkan satu sama lain. Saat tidur mereka berpegangan, ketika salah satu kondisi saudaranya menurun, mereka saling menatap, mungkin juga mendoakan," ujar sang ibu.

Si kembar prematur itu lahir melalui persalinan induksi pada 7 Mei lalu, setelah hanya 23 minggu dipelihara dalam kehamilan dan empat bulan sebelum tanggal jatuh tempo mereka lahir pada tanggal 2 September. Beratnya hanya 579 gram dan 669 gram, dan anak laki-laki itu sekarang beratnya sudah 4.2kg dan 5.7kg.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini