Share

Peringati Hari Penglihatan Sedunia, Menkes: Tingkatkan Kepedulian dan Deteksi Dini Gangguan Penglihatan

Dina Prihatini, Jurnalis · Kamis 12 Oktober 2017 11:31 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 12 481 1793889 peringati-hari-penglihatan-sedunia-menkes-tingkatkan-kepedulian-dan-deteksi-dini-gangguan-penglihatan-4a5rTHPLcd.jpg Menkes Nila Moeloek imbau masyarakat untuk deteksi dini gangguan penglihatan (Foto: KemenkesRI/Twitter)

PONTIANAK-Hasil Survei Kebutaan Rapid Assessment of Avoidable Blindness atau RAAB tahun 2014 hingga 2016 di 15 Provinsi menunjukkan, penyebab utama gangguan penglihatan dan kebutaan adalah kelainan refraksi (10-15 persen) dan katarak (70-80 persen).

Mentri Kesehatan Nila Djuwita mengatakan data ini mendasari fokus program penanggulangan gangguan penglihatan dan kebutaan di Indonesia, pada penanggulangan katarak dan kelainan refraksi.

"Kita harus menurunkan angka gangguan penglihatan hingga 0,5%. Tugas yang tidak mudah," ungkapnya saat menghadiri Peringatan Hari Pengelihatan Sedunia 2017 di Pendopo Gubernur Kalbar, Kamis (12/10/2017)

(Baca Juga: Tak Mau Kalah dengan Hamish Daud, Raffi dan Denny Cagur Pun Beri Dukungan Achintya Nilsen di Miss World 2017)

Menurutnya membantu masyarakat dengan masalah yang ditanggulangi melalui operasi katarak terutama kepada mereka generasi muda menjadi perhatian tersendiri bagi pemerintah dan masyarakat pada umumnya. "Orangtua terkadang kurang perduli kekurangan anak disekolah, sehingga penyakit gangguan penglihatan banyak di Indonesia," tuturnya.

(Baca Juga: Tak hanya Jaga Berat Badan, Minum Air Putih 8 Gelas Juga Cegah Infeksi Kemih)

Menkes sangat mengharapkan ada UKS dan dokter kecil disediakan di sekolah, sehingga dapat melakukan streaming kecil-kecilan. Setelah itu, baru dirujuk ke dokter mata untuk diperiksa lebih lanjut.

"BPJS dan KIS dapat mengeluarkan kacamata, sehingga dapat membantu masyarakat mendapatkan kacamata," jelasnya.

(Baca Juga: Liburan Seru ala Jokowi, dari Mulai Melancong ke Raja Ampat hingga ke Kebun Binatang Ragunan)

Mendeteksi dini diharapkan Menkes dilakukan oleh masyarakat luas. Hal ini termasuk bagaimana cara membaca yang baik agar gangguan penglihatan tidak terjadi kepada anak-anak. Menkes juga mengakui operasi katarak dapat dilakukan secara massal bekerjasama mitra dokter mata dan dinas terkait.

"Kepedulian masyarakat akan gangguan penglihatan ini kami harap dilakukan semenjak dini dan dimulai dari sekarang," katanya.

(Baca Juga: Mengobati Batuk hingga Cegah Kanker, Manfaat Cokelat untuk Kesehatan yang Belum Diketahui)

Pada peringatan Hari Pengelihatan Sedunia 2017 yang mengangkat tema "Mata Sehat Investasi Bangsa", Menteri Kesehatan RI hadir sekaligus meluncurkan secara resmi "Peta Jalan Penanggulangan Gangguan Pengelihatan 2017-2030" dengan membagikan 1100 kacamata kepada anak-anak di Kalbar.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini