Jangan Sepelekan Kebiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun, Dampaknya Besar dalam Mencegah Beragam Penyakit

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 12 Oktober 2017 14:46 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 12 481 1794036 jangan-sepelekan-kebiasaan-cuci-tangan-pakai-sabun-dampaknya-besar-dalam-mencegah-beragam-penyakit-aqMAVqwkZK.jpg Jangan sepelekan pentingnya cuci tangan pakai sabun (Foto: Shutterstock)

KELUARGA adalah tempat pertama untuk membentuk perilaku anak-anak. Salah satunya adalah perilaku hidup sehat. Maka dari itu, penting untuk orangtua mengajarkan anak-anaknya sedari kecil melakukan kebiasaan hidup sehat. Mulai dari mengonsumsi makanan sehat, berolahraga, hingga kebiasaan kecil seperti mencuci tangan.

(Baca Juga: Mengobati Batuk hingga Cegah Kanker, Manfaat Cokelat untuk Kesehatan yang Belum Diketahui)

Berdasarkan data WHO, mencuci tangan terbukti bisa menurunkan risiko terkena penyakit diare hingga 45%. Tak sampai di situ, masih ada penyakit lain yang bisa dicegah hanya dengan mencuci tangan yaitu kecacingan, infeksi saluran pernapasan, infeksi mata, dan hepatitis. Walau begitu, agar mendapatkan manfaat yang optimal, cuci tangan harus dilakukan dengan benar.

(Baca Juga: Liburan Seru ala Jokowi, dari Mulai Melancong ke Raja Ampat hingga ke Kebun Binatang Ragunan)

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat mencuci tangan yaitu penggunaan sabun, bagian yang dibersihkan, dan durasi. Penggunaan sabun saat mencuci tangan dimaksudkan untuk membunuh bakteri dan kuman yang menempel di tangan.

(Baca Juga: Tak hanya Jaga Berat Badan, Minum Air Putih 8 Gelas Juga Cegah Infeksi Kemih)

Selain itu, bagian sela-sela jari dan kuku juga harus turut dibersihkan karena bakteri bukan hanya menempel di telapak tangan. Mencuci tangan pun tidak bisa dilakukan asal-asalan. Paling tidak waktu ideal untuk melakukannya adalah 20 detik.

(Foto: Tiara Putri/Okezone)

Sementara itu, menurut Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, dr. Imran Agus Nurali Sp.KO, mencuci tangan masuk dalam lima pilar sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) yang diprogramkan pemerintah sejak 2015.

"Kelima pilar yang termasuk dalam STBM adalah stop buang sampah sembarangan, mencuci tangan pakai sabun, mengelola makanan dan minuman, mengelola sampah, serta mengelola limbah cair seperti septic tank dan saluran air," tuturnya saat dijumpai dalam konferensi pers Peringatan Hari Cuci Tangan Sedunia dengan tema #TepukSehatIndonesia yang diselenggarakan oleh Lifebuoy, Kamis (12/10/2017) di SDN 03 Menteng, Jakarta Pusat.

(Baca Juga: Tak Mau Kalah dengan Hamish Daud, Raffi dan Denny Cagur Pun Beri Dukungan Achintya Nilsen di Miss World 2017)

Mencuci tangan pakai sabun hendaknya dilakukan sebelum makan, setelah buang air besar atau dari toilet, setelah beraktivitas, setelah memegang hewan peliharaan. Khusus untuk ibu, cuci tangan pakai sabun dilakukan sebelum menyusui atau memegang anaknya yang masih balita.

"Mencuci tangan merupakan langkah promotif preventif. Hal ini bisa menjadi kebiasaan jika dimulai sejak dini. Bisa dimulai dari sekolah dengan harapan diterapkan di rumah atau sebaliknya. Nantinya akan terjadi hubungan timbal balik untuk menjaga kesehatan di lingkungan rumah, sekolah, dan sekitar tempat tinggal," ujar dr Imran.

Lebih lanjut dr Imran mengatakan, selain kebiasaan mencuci tangan, toilet sekolah harus turut diperhatikan. Sebab kondisi kesehatan sekolah bisa dilihat dari toiletnya. Jika toilet bersih, maka kemungkinan untuk terkena penyakit di lingkungan sekolah menjadi lebih kecil.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini