Image

Cegah Kebocoran, Begini Sistem Kerja Teknologi Kapal Pesiar

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 13 Oktober 2017, 23:41 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 13 406 1795199 cegah-kebocoran-begini-sistem-kerja-teknologi-kapal-pesiar-mrAa7rc1Ks.jpg Ilustrasi (Foto: Express)

BERLIBUR menggunakan kapal pesiar kini semakin populer. Walaupun untuk menikmatinya harus merogoh kocek yang lumayan dalam, tapi akan terbayar dengan fasilitas yang didapat di atas kapal. Terlebih tingkat keaman kapal pesiar terbilang tinggi sehingga wisatawan tidak perlu merasa was-was.

Akan tetapi, seaman-amannya transportasi, pasti ada celah yang bisa menyebabkan kecelakaan. Menurut para ahli di NAPA, walaupun software di kapal pesiar mampu meningkatkan keselamatan, ada ancaman yang ditakutkan. "Secara historis, api merupakan salah satu ancaman utama kapal pesiar. Hal ini menjelaskan adanya layar api di ruang komando selama 30 tahun terakhir. Layar api bisa menunjukkan di mana sumber api berada dan apakah itu berkembang atau tidak," tutur wakil presiden eksekutif NAPA, Esa Henttinen seperti yandg dikutip dari Express, Jumat (13/10/2017).

Menurut Esa, walaupun ancaman utamanya adalah api, sejak tahun 1912 belum terjadi kejadian paling serius yang disebabkan oleh penyebaran api. Malah yang menjadi insiden adalah terjadinya banjir di dalam kapal. Beruntung tahun 2015 lalu sudah diluncurkan software untuk mendeteksi banjir.

"Pengembangan NAPA Emergency Computer yang diperkenalkan pada tahun 2015 menjadi teknologi pertama yang dapat memberikan tampilan banjir di ruang komando. Dengan begitu, kapten bisa mengetahui di mana posisi terjadinya banjir. Sebelum adanya perangkat lunak ini, tidak ada cara yang akurat untuk melihat mengontrol banjir," kata Esa.

Teknologi itu pula yang menjamin keamanan berlayar di kapal pesiar. Saat ini kapal pesiar modern telah dirancang menjadi tempat teraman. Apabila terjadi banjir di dalam kapal, maka sesuai prinsip pengaturan di perangkat kapal harus kembali ke pelabuhan dengan aman. Komputer ini dapat memberi tahu kapten apabila situasinya cukup parah. Tak hanya itu, teknologi akan membantu memberikan saran mengenai tindakan yang harus dilakukan. Apakah menurunkan sekoci atau memulai evakuasi.

Teknologi yang menggunakan algoritma, model 3D, dan sensor itu memiliki kemampuan untuk menentukan apakah kapal bisa bertahan dalam insiden banjir. Di dalamnya terdapat alat prediksi yang sudah master, sudut heeling, dan perkiraan sudut pandang. Ketiganya merupakan informasi penting bagi awak kapal untuk menurunkan sekoci bila diperlukan.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini