Image

AWAS! Jangan Asal Ambil Donor ASI, Akibatnya Bisa Fatal Mulai Hepatitis hingga HIV

Annisa Aprilia, Jurnalis · Jum'at 13 Oktober 2017, 17:39 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 13 481 1794915 awas-jangan-asal-ambil-donor-asi-akibatnya-bisa-fatal-mulai-hepatitis-hingga-hiv-GwUAebaDOv.jpg Donor ASI dan dampaknya terhadap kesehatan (Foto:Ist)

AIR Susu Ibu (ASI) merupakan asupan utama yang jadi makanan alami terbaik bagi bayi. ASI sangat penting perannya bagi kehidupan seorang bayi dienam bulan pertama kehidupannya.

Beruntung, kesadaran ibu-ibu di Indonesia untuk memberikan ASI bagi bayinya selama enam bulan (eksklusif) telah meningkat dari waktu ke waktu. Hal tersebut terjadi berkat kampanye yang terus digalakkan dari berbagai pihak. Namun, tidak semua bayi bernasib baik, sebab masih ada bayi-bayi yang bernasib kurang baik, tidak mendapatkan ASI yang cukup dari ibunya atau bahkan tidak mendapatkan sama sekali karena ditinggal ibu meninggal dunia atau sakit.

BACA JUGA:

Mengenal Keyhole, Metode Bedah Tumor Otak Lewat Alis Mata

Akan tetapi, keluarga dari bayi-bayi yang tidak beruntung itu tidak perlu terlalu khawatir lagi. Kini, sudah mulai bermunculan rumah sakit yang menyediakan donor ASI. Salah satu rumah sakit tersebut ialah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Donor ASI tidak dapat dilakukan secara asal dengan main meminta atau mencari ibu pendonor yang sedang menyusui. Namun, harus lebih dari itu. Ibu pendonor ASI harus melewati serangkaian skrining yang memiliki kriteria-kriteria tertentu untuk dibuktikan kesehatannya.

Pasalnya, bagaimana pun juga ASI merupakan cairan yang berasal dari produk darah yang dapat menularkan atau mentransmisikan berbagai penyakit, seperti HIV, CMV, Hepatitis B dan C dan HTLV (virus pemicu leukemia dan limfoma. Hal ini juga sejalan dengan yang dikatakan oleh dr. Elizabeth Yohmi, SpA, IBCLC, Ketua Satgas ASI, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dalam acara diskusi Aturan Main Donor ASI, di Almond Three by Cheese Cake Factory, Jumat (13/10/2017).

BACA JUGA:

OMG!! Mayat Bayi Ditemukan di Tumpukan Cucian Kotor, Pihak Rumah Sakit Dituntut Rp675 Juta

“Meskipun ASI itu adalah susu, tetapi tetap saja ia sebenarnya adalah produk darah yang dapat mentransfer berbagai penyakit. Penyakit yang bisa ditransfer dari ASI seperti penularan virus CMV, HIV, Hepatitis B dan C, dan HTLV yang merupakan virus pemicu leukemia dan limfoma,” ucapnya.

Untuk itu, penting sekali seorang ibu pendonor ASI melakukan skrining dan pemeriksaan kesehatan, agar ASI yang didonorkan terbukti tidak mengandung penyakit dan bakteri ataupun virus yang justru bukan menyehatkan bayi, malah membuat keadaan bayi semakin memburuk.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini