Image

Hubungan Erat antara Donor ASI, HIV & Bayi yang Sering Disepelekan

Annisa Aprilia, Jurnalis · Jum'at 13 Oktober 2017, 20:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 10 13 481 1795093 hubungan-erat-antara-donor-asi-hiv-bayi-yang-sering-disepelekan-yTwJpcwyFT.jpg Hubungan erat donor asi dengan HIV dan bayi (Foto:Romper)

DONOR Air Susu Ibu (ASI) kini tengah marak terdengar dan dilakukan di Indonesia, tepatnya di Jakarta dan sekitarnya. Ada banyak ibu dan keluarga dari bayi yang baru lahir membutuhkan jasa para pendonor ASI.

Mendapatkan pendonor ASI pun bisa dibilang gampang-gampang susah. Pasalnya, lewat media sosial, kini pendonor ASI dapat dengan mudah dijumpai, namun ketika telah berjumpa keluarga bayi dan ibu pendonor tidak bisa langsung serah terima ASI. Ada serangkaian tahapan dari skrining yang harus dilakukan agar ASI yang dikonsumsi bayi nantinya bebas dari berbagai penyakit dan virus.

BACA JUGA:

AWAS! Jangan Asal Ambil Donor ASI, Akibatnya Bisa Fatal Mulai Hepatitis hingga HIV

Dokter Elizabeth Yohmi, SpA, IBCLC, Ketua Satgas ASI, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pun memberikan perhatian serius dalam maraknya donor ASI ini. Ia bersama IDAI tengah melakukan upaya agar keluarga bayi dan ibu pendonor tidak asal dalam memberikan ASI kepada bayi.

Hal tersebut penting dilakukan, sebab ASI merupakan produk darah yang dapat mentransmisikan penyakit dan virus lewat ASI ke bayi. Dampaknya, bukannya bayi menjadi sehat justru bayi menjadi lebih buruk lagi keadaannya karena terinfeksi virus dan tertular penyakit.

Salah satu virus yang dapat tertular melalui ASI ialah HIV. Data baru HIV di Indonesia menunjukkan kenaikan, walau di sisi lain AIDS mengalami penurunan.

Uniknya, di posisi pertama virus HIV diidap oleh orang-orang yang berwirausaha dengan angka 73, dan di posisi kedua di tempati oleh ibu rumah tangga dengan perolehan angka sebesar 65. Masuknya ibu rumah tangga dalam tiga besar pengidap HIV terbesar menurut pekerjaan di Indonesia, disebabkan oleh tertularnya virus dari suami, dan belum sadarnya kalau telah terinfeksi HIV.

BACA JUGA:

OMG!! Mayat Bayi Ditemukan di Tumpukan Cucian Kotor, Pihak Rumah Sakit Dituntut Rp675 Juta

“Bisa dibayangkan betapa pentingnya untuk melakukan skrining sebelum mendonor ASI. Jika keluarga bayi asal menerima ASI, bisa dibayangkan betapa menyedihkan jika akhirnya diketahui anak mengidap penyakit akibat dari donor ASI,” ucap dokter anak yang juga disapa dr Yohmi.

Lebih jauh, dr Yohmi juga mengatakan kasus HIV prenatal juga cukup tinggi, yaitu 2,8 persen, yang dapat mentransmisikan virus dari ibu ke bayi yang dikandungnya. Untuk itu, penting dan perlu juga bagi seorang ibu untuk melakukan pemeriksaan ketika hamil agar dapat diketahui apakah ada masalah dalam kandungannya, termasuk virus yang ada dalam diri dan janin yang dikandungnya.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini