Gejala Serangan Jantung Sifatnya Mendadak, Bagaimana Cara Pertolongan Pertamanya?

Dewi Kania, Jurnalis · Sabtu 14 Oktober 2017 18:37 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 14 481 1795477 gejala-serangan-jantung-sifatnya-mendadak-bagaimana-cara-pertolongan-pertamanya-IButxuz2Xq.jpg Ilustrasi (Foto: Thehealthsite)

SERANGAN jantung menjadi salah satu penyakit yang umum dikenal masyarakat. Sayangnya, tak banyak tahu penyebab dari penyakit mematikan ini.

Terjadinya serangan jantung akibat dari perlemakan di sekitaran arteri yang dapat menyumbat aliran darah. Hal ini juga menimbulkan sumbatan pembuluh darah yang membuat kinerja jantung tak normal.

Serangan jantung bisa dialami oleh pasien kapan saja. Apalagi jika seseorang telah memiliki faktor risikonya, dari salah satu kebiasaan Gaya hidup tidak sehat.

Ketua Perhimpunan Intervensi Kardiologi Indonesia (PIKI) dr Achmad Sunarya Soerianata, SpJP(K) mengatakan, serangan jantung sifatnya mendadak dan sulit diprediksi. Kalau tak segera ditolong, pasti juga menimbulkan kematian.

"Saat kena serangan jantung ada pertumbuhan lemak yang menumpuk, sehingga mengalami penyempitan pada pembuluh darah jantung. Karena terjadi penyempitan, suplai darah ke pembuluh darah berkurang," ujar dr Achmad di sela pembukaan ISICAM-INALive di Gandaria City, Jakarta Selatan, Sabtu (14/10/2017).

Namun, penyakit jantung bukan hanya terjadi serangan. Ada banyak jenis penyakit jantung yang lain juga sama-sama menyebabkan kematian.

Di kalangan masyarakat umum, serangan jantung sangat sering dibicarakan. Tapi banyak yang tak memahami korelasi penyakit ini.

"Sebenernya, penyakit jantung itu banyak macamnya. Semuanya bisa menyebabkan kematian," paparnya.

Pada dasarnya, jantung terdiri dari otot yang memompa. Di luarnya, disebut dengan pembuluh darah dengan komponen lainnya.

"Komponen dari jantung seperti katup dan listrik jantung itu bisa mengalami gangguan. Sekat jantungnya juga bisa kena gangguan," bebernya.

Sementara peranan pompa jantung sebagai motor penggerak yang tiba-tiba bisa berhenti. Karena itu, faktor risiko serangan jantung harus dicegah supaya tak membahayakan diri.

Adapun gejala serangan jantung yang sering dihadapi pasien yakni mulai merasa nyeri tak biasa di bagian dada dan sekitar ulu hati, sesak napas, serta keringat dingin. Tapi orang-orang di sekitarnya tentu tak usah panik.

"Sayangnya, banyak pasien mengabaikan gejala serangan jantung itu jadi dianggap tidak serius," ungkap dr Achmad.

Berikan pertolongan pertama dalam bentuk teknik CPR atau pemberian napas buatan dan menekan sedikit di bagian dada pasien. Setelah itu, hubungi klinik terdekat untuk memanggil ambulance.

Jika pertolongan CPR berhasil dilakukan tidak lebih dari 20 jam setelah mengalami serangan jantung, nyawa pasien bisa diselamatkan. Teknik ini juga mudah dipelajari oleh keluarga terdekat pasien jantung.

"Setelah melakukan CPR pada pasien, segera bawa ke dokter untuk mendapatkan pertolongan lanjutan," katanya.

Tapi alangkah lebih baiknya dokter melakukan tindakan pemasangan ring jantung. Padahal dengan memasang ring jantung bisa membuka jalan di area pembuluh darah, supaya sumbatan jantung terbuka. Kalau tidak segera dilakukan teknik pemasangan ring jantung, kemungkinan besar serangan jantung bisa kambuh kembali dalam waktu yang sulit diprediksi.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini