nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peringati Hari Pangan Sedunia, Ini yang Dilakukan Beberapa Hotel dalam Mengelola Makanan Sisa

Vessy Frizona, Jurnalis · Senin 16 Oktober 2017 20:49 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 10 16 298 1796601 peringati-hari-pangan-sedunia-ini-yang-dilakukan-beberapa-hotel-dalam-mengelola-makanan-sisa-zG1xCBZfe9.jpg Foto: Ilustrasi

MAKANAN adalah kebutuhan utama manusia dalam kehidupan. Dalam sehari, produksi makanan di seluruh dunia mencapai lebih dari jutaan ton.

Sayangnya, tidak semua makanan yang diproduksi itu habis. Mulai dari makanan produksi hotel, restoran, kedai, warung, kafe, pabrik, hingga produksi rumahan. Meski tidak semua makanan itu habis, tetapi masih saja ada orang yang  kekurangan makanan, bahkan tidak makan. Mereka adalah orang-orang yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Mirisnya, di antara orang-orang yang tidak makan, di tempat lain orang justru membuang makanan. Mereka memiliki makanan berlimpah, sehingga kerap kali mengambil makanan over porsi dari kapasitas yang sanggup mereka makan. Alhasil makan tersebut tersisa.

Beberapa restoran atau hotel, sudah pasti tidak mungkin lagi menyajikan makanan yang tersisa untuk para tamu. Sebab sesuai prosedur sudah ada lagi makanan baru yang harus disajikan. Lantas kemanakah makanan sisa itu?

BACA JUGA:

Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia yang jatuh setiap tanggal 16 Oktober, beberapa hotel sudah melakukan pengelolaan makanan sisa agar tidak terbuang sia-sia ke tempat sampah.

"Beberapa hotel bintang 4 dan 5 sudah berkomitmen untuk tidak membuang makanan sisa atau yang tak terjual. Makanan itu akan disumbangkan untuk orang-orang yang membutuhkan," kata Jekson Lumban Tobing selaku Food and Beverage Director Novotel Tangerang kepada Okezone.

Ada pun, lanjutnya, makanan-makanan tersebut adalah makanan kering dan makanan basah yang bisa dipanaskan. Sejauh ini makanan yang disumbang ialah berupa roti croissant dan muffin.

"Untuk makanan basahnya sendiri adalah berupa lauk yang bisa dipanaskan. Seperti rendang, ayam rica-rica, beef bulgogi, szechuan sauce, atau sayur tumis," bebernya.

Untuk proses distribusi makanan, pihak hotel sudah bekerja sama dengan pihak pengelola yaitu yayasan yang peduli dengan orang-orang yang tidak mampu. Mereka sudah dipercaya dapat mendistribusikan makanan dengan baik.

"Yayasan tersebut sudah menyediakan mobil yang higienis untuk mengangkut dan menyalurkan makanan. Mobilnya dipastikan terdapat freezer untuk penyimpanan yang baik," ungkapnya lebih lanjut.

Tentunya, makanan yang diberikan pihak hotel sudah dipanaskan, sehingga awet dalam sehari. Makan tersebut dipastikan habis dibagikan sehari. Jika sudah berganti hari maka tidak boleh didistribusikan.

"Contoh distribusi makanan biasanya adalah menu breakfast. Waktu sarapan habis pada pukul 10, nah, di dapur sudah ada distributor yang menunggu untuk membawa makanan. Kemudian makanan disiapkan, lalu diangkut ke mobil, kemudian dibagi-bagikan ke daerah-daerah yang penduduknya kekurangan makanan," imbuhnya.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini