Ini 5 Pemicu Keputihan yang Harus Dihindari, Terbiasa Bersihkan Miss V dengan Sabun Mandi Wajib Diubah

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Senin 16 Oktober 2017 19:03 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 16 481 1796543 ini-5-pemicu-keputihan-yang-harus-dihindari-terbiasa-bersihkan-miss-v-dengan-sabun-mandi-wajib-diubah-eRzynEgaKG.jpg

KEPUTIHAN adalah salah satu masalah utama wanita dalam keseharian. Keputihan dapat menghambat aktivitas sehari-hari, terlebih saat keputihan sering terjadi dan berubah menjadi infeksi.

Keputihan bisa disebabkan oleh beberapa hal. Bisa timbul karena adanya perubahan hormonal, juga bisa disebabkan oleh hal lain yang datang dari gaya hidup. Simak ulasannya seperti Okezone rangkum berikut ini:

Area kewanitaan lembab

Area kewanitaan yang lembab menjadi pemicu utama keputihan. Hal ini terjadi karena pembersihan yang kurang bagus, di mana bagian kewanitaan tidak dikeringkan secara maksimal setelah dicuci.

"Setelah cebok tidak dikeringkan, jadi lembab," ujar dr. Rino Bonti Tri Hadma Shanti, SpOG dalam Forum Ngobras di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, Senin (16/10/2017).

BACA JUGA:

Tidak ganti celana dalam

Keputihan dapat terjadi ketika organ intim Anda lembab. Salah satu penyebabnya adalah penggunaan celana dalam pada jangka waktu yang lama dari pagi hingga sore. Sehingga hal ini dapat memicu tumbuhnya bakteri dan jamur yang berubah menjadi keputihan.

"Setelah makan siang atau habis dzuhur sebaiknya ganti," lanjut dr. Bonti. 

Berhubungan seksual dengan penderita PMS

Jika Anda berhubungan seksual dengan seseorang yang memiliki Penyakit Menular Seksual, maka kemungkinan mengalami keputihan dan infeksi jamur semakin tinggi. Karenanya, sebaiknya berhati-hati dalam melakukan hubungan seksual dengan orang lain. Jika Anda telah memiliki pasangan, maka jangan berganti-ganti pasangan. 

Membersihkan Miss V dengan sabun mandi

Miss V merupakan area yang sensitif pada tubuh wanita. Membersihkannya dengan sembarang sabun, termasuk sabun mandi dapat memicu terjadinya keputihan.

"Karena sabun mandi bersifat basah, sementara vagina kita bersifat asam. Pakailah sabun yang mengandung pH-nya asam," terang dr. Bonti.

Mencuci organ kewanitaan dari belakang ke depan

Kebiasaan mencuci bagian organ kewanitaan dari belakang ke depan juga dapat memicu keputihan. Hal ini disebabkan oleh kemungkinan masuknya bakteri E. Coli yang berasal dari tinja. Jika Anda mencuci organ kewanitaan dari belakang ke depan, maka bakteri E. Coli akan lebih mudah masuk ke Miss V dan menimbulkan keputihan atau infeksi jamur. 

Hal paling penting dilakukan untuk menghindari keputihan yang tak normal adalah selalu membersihkan organ kewanitaan dari depan ke belakang. Gunakan air bersih untuk mencucinya, dan gunakan handuk untuk membersihkannya hingga kering. 

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini