nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Selama Ini Keliru, Madu dan Minyak Zaitun Ternyata Bukan Bahan Alami

Devi Setya Lestari, Jurnalis · Selasa 17 Oktober 2017 14:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 17 298 1797016 selama-ini-keliru-madu-dan-minyak-zaitun-ternyata-bukan-bahan-alami-D8mkB30ZBP.jpg Madu (Foto: Shutterstock)

SEMUA orang pastinya ingin menyajikan makanan dan minuman yang alami. Alhasil saat pergi berbelanja ke supermarket, Anda pasti mengutamakan untuk membeli bahan makanan berlabel Natural atau Alami. Padahal tidak semua makanan diproduksi secara alami.

Dilansir dari Mashed, Selasa (17/10/2017) berikut beberapa bahan makanan yang sebenarnya tidak benar-benar berstatus alami. Jangan terkejut karena beberapa bahan makanan ini selalu dikira alami, termasuk di dalamnya madu dan minyak zaitun.

BACA JUGA:

Madu

Madu diproduksi dari lebah yang bekerja menghisap sari dari bunga segar. Kedengarannya memang alami tetapi dari penelitian yang dilakukan pada 2011 oleh Food Safety News, madu ternyata tidak sepenuhnya alami. Penelitian ini menemukan bahwa sekitar 75 persen dari produk madu yang diteliti sama sekali tidak mengandung serbuk sari. Bahan ini sengaja dihilangkan dari madu karena dianggap membuat madu menjadi keruh sementara konsumen suka madu yang bening. Padahal serbuk sari pada madu memiliki khasiat yang bagus. Selain itu banyak perusahaan madu yang juga menambahkan sirup gula untuk membuat rasanya manis.

Minyak Zaitun

Minyak zaitun termasuk jenis minyak yang sangat populer di dunia perkulineran. Sgudang manfaat digadang-gadang berasal dari minyak buah zaitun ini. Tapi jangan salah, menurut Forbes minyak zaitun termasuk bahan pangan yang paling sering dipalsukan sejak tahun 1980. Kabar mengejutkan terjadi pada 2014 lalu saat 95 persen minyak zaitun ditemukan palsu di Italia dan dikaitkan dengan pendapatan para mafia. Ketika Anda mendapatkan minyak zaitun palsu maka minyak ini memiliki kandungan minyak zaitun berkualitas rendah dengan campuran wax, sterol dan alkohol. Bukan hanya tidak alami, bahan-bahan ini juga memiliki efek negatif bagi tubuh.

Buah persik

Melihat buah persik di supermarket atau toko buah pasti membuat Anda ingin membeli dan menyantapnya. Selain dijual dalam bentuk segar, buah ini lebih sering ditemui sebagai buah kering atau manisan buah. James Kennedy seorang guru kimia di Haileybury Institute di Australia mengatakan buah persik yang dijual di pasaran bukanlah buah alami. Ada 3 jenis buah persik yang beredar dan semuanya ditemukan hanya di China. Dahulu buah persik hanya memiliki 64 persen daging yang bisa disantap, tapi kini daging buah persik bisa disantap hampir 90 persen dagingnya. Ini adalah hasil rekayasa genetik. Buah ini juga memiliki rasa manis padahal rasa alaminya terasa asam bahkan sepat.

BACA JUGA:

Jagung manis

Secara alami jagung tidak bisa tumbuh secara liar, ia harus ditanam dan dibudidayakan oleh petani. Pada 2005 lalu para periset dari Universitas California menelusuri jagung purba yang berusia 6000 tahun dan menemukan fakta jika aslinya jagung hanya memiliki panjang sekitar 2 hingga 3 inci dengan bagian biji yang sedikit, bahkan jumlah biji jagung hanya 12 butir saja. Sekarang jagung jadi produk yang menggiurkan dengan ukuran yang besar serta bulir biji yang banyak. Satu hal lagi yang terpenting, jagung punya rasa yang manis dan lezat.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini