nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Talita Setyadi dan Misinya yang Terus Gunakan Bahan-Bahan Asli Indonesia dalam Kue Buatannya

Annisa Aprilia, Jurnalis · Selasa 17 Oktober 2017 22:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 17 298 1797397 kisah-talita-setyadi-dan-misinya-yang-terus-gunakan-bahan-bahan-asli-indonesia-dalam-kue-buatannya-UEaT6DBjrP.jpg Talita Setyadi (Foto: Instagram)

"KITA berada di Indonesia tapi justru mati-matian cari barang di luar negeri dengan harga mahal. Menurut saya itu sama saja tidak menyukuri bahan-bahan yang ada di Indonesia," -Talita Setyadi, Pastry Chef.

Tumbuh dan besar di Swiss tidak membuat Talita Setyadi lupa akan Indonesia. Pindah sejak umur 9 tahun, selama 15 tahun di luar negeri, ia pun kembali ke Tanah Air tercinta setelah berusia 24 tahun dan membuat sebuah terobosan baru di bidang pembuatan kue atau pastry.

Chef Talita, begitu ia disapa kini, dulunya adalah seorang wanita yang menyukai musik hingga memilih fokus studi Jazz Performance on Double Bass untuk gelar S1-nya di New Zealand. Ceritanya hingga menjadi seorang chef berawal dari hobi iseng-isengnya yang gemar membuat makaron.

"Dulu tuh sebenernya aku cuma iseng-iseng suka bikin makaron, belajar lewat Youtube," ucapnya sambil tersenyum ketika diwawancarai Okezone, Selasa (17/10/2017) di Almond Zuchinni, Jakarta.

Sewaktu menggeluti hobi membuat makaron, Talita hanya mendapatkan ilmu dan pengetahuan membuat kue dari video-video yang ada di Youtube. Lalu, setelah lulus dirinya semakin tertarik untuk membuat kue.

Ketika membagikan ceritanya pada Okezone, Talita mengaku dirinya sering membagikan kue yang ia buat untuk teman-temannya saat latihan band. Wanita yang memiliki wajah oriental ini juga mengatakan, dirinya suka melihat orang-orang bahagia dengan menunjukkan wajah berbinar setelah memakan kue bikinannya.

"Dulu saya hanya suka membuat kue dan membagikan pada teman-teman. Tapi, lama-lama saya senang melihat orang bahagia dengan wajah yang berbinar-binar setelah makan kue yang saya buat," ucapnya.

Teman-teman saya bertanya cara membuat kue dan dari situ Talita sadar ternyata ia juga menaruh passion pada membuat kue, merasa senang bila melihat orang bahagia dan tersenyum. Ia juga merasa membuat kue sama seperti bermusik, harus kreatif, bisa membuat orang bahagia dan mampu menghibur orang lain juga.

"Karena aku merasa membuat kue ternyata sama seperti musik yang bisa membuat orang bahagia, jadi ku putuskan untuk mendalami pembuatan kue. Aku pun memilih Perancis untuk sekolah kue. Tahun 2010 aku berangkat dan 2011 aku selesai belajar," ungkap Talita.

 

Wanita yang tampak aktif ketika mengajar di workshop Creamlicious Day 2017 ini pun memiliki misi yang mulia untuk Indonesia. Ia banyak membuat resep-resep kue dari bahan-bahan asli Indonesia, seperti gula jawa, asam jawa, pisang ambon, pisang kepok, pandan, kelapa dan lainnya, yang belum pernah ia coba untuk membuat kue. Selain menggunakan bahan-bahan asli Indonesia, Talita juga selalu menggunakan bahan-bahan yang alami untuk kue-kuenya.

"Menurut saya, tampilan dan rasa tidak harus terpisah, itu semua bisa menyatu. Misal, ketika kita melihat kue berwarna kuning maka kita juga bisa merasakan jeruk di dalamnya, dan ketika melihat kue berwarna merah, kita juga bisa merasakan stoberi atau rasberi di dalamnya," ucapnya.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini