Bangga, Dian Pelangi Sukses Pamer Karya di International Fashion Summit, Paris Fashion Week

Annisa Amalia Ikhsania, Jurnalis · Rabu 18 Oktober 2017 17:07 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 18 194 1797923 bangga-dian-pelangi-sukses-pamer-karya-di-international-fashion-summit-paris-fashion-week-sg7xvW7hsy.jpg Dian Pelangi unjuk gigi International Fashion Summit (Foto: Annisa/Okezone)

SIAPA yang tak mengenal nama Dian Pelangi? Ya, desainer busana muslim satu ini memang kian meningkatkan eksistensinya di kancah internasional.

Setelah sebelumnya pamer karya di ajang bergengsi dunia, seperti London Fashion Week dan New York Fashion Week Spring/Summer 2018. Kali ini, Dian berbagi cerita terkait karyanya yang telah unjuk gigi di International Fashion Summit (Sommet International de la Mode), Paris Fashion Week.

Di pagelaran mode kali ini, Dian Pelangi menghadirkan koleksi yang sarat akan inspirasi dari kota Paris, Prancis. Namun, demikian tetap memiliki unsur Indonesia yang sangat mengakar.

"Koleksi aku di Paris sebenarnya masih dalam sebuah rangkaian, masih satu tema alias related dengan koleksi lainnya. Di setiap koleksi aku memang berusaha melakukan akulturasi atau penggabungan dua budaya, yaitu budaya Indonesia dan budaya tempat aku melakukan fashion show," papar Dian Pelangi dalam jumpa pers di Bunga Rampai, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (18/10/2019).

Bertajuk 'Dear Paris', Dian mengaku terinspirasi dari kota Paris. Arsitektur bangunan khas Eropa diterjemahkan ke dalam warna, motif, bebatuan melalui teknik batik khas Indonesia.

"Kalau di Torino Fashion Week, aku mengusung unsur Barong karena Italia memang sangat suka dengan budaya. Di Moskow, aku mengusung koleksi bernuansa budaya Rusia. Di New York, koleksi lebih urban. Di Paris, kain dan materialnya Indonesia sekali, bahannya batik, kain Indonesia ATBM (alat tenun bukan mesin-red), sehingga motif batiknya lebih kontempoter," terang Dian.

Sejumlah 12 outfit ditampilkan Dian di Hotel Plaza Athenee, beberapa waktu lalu. Busana ready to wear disajikan wanita 26 tahun tersebut dengan menggabungkan warna monokram dan sentuhan warna pastel.

Lima buah outfit pun sempat ditampilkan dalam trunk show siang tadi. Di antaranya double breast jacket berpotongan asimetris, setelan atasan dan celana, hingga gaun asimetris model strapless yang bisa dipadupadankan dengan kaos polos lengan panjang dan celana. Penampilan model kian sempurna dengan sepatu made by custom dan aksesori anting tassel fringe.

"Aksesori trennya semakin berkembang, growing seperti hijab. Biasanya aksesori yang ada untuk hijab, bros, peniti, dan anting. Jadi, walaupun tidak kelihatan telinganya tapi tetap stylish dengan anting sebagai aksennya," tambah Dian.

Dian sangat bersyukur lantaran koleksinya mendapat respons positif dari para fashionista Paris yang menyaksikannya. Menurutnya, apa yang dicapainya hingga kini, merupakan keberhasilan berbagai pihak, bukan hanya dirinya sendiri. Dengan hadirnya koleksi busana muslim modern di panggung dunia, Dian berharap juga bisa menjadi representasi dari wajah muslimah.

Setelah Paris Fashion Week, Dian bersiap memamerkan karyanya pada ajang Jakarta Fashion Week dan Singapore Fashion Week. Kedua koleksi dipamerkan dalam lokasi berbeda ini pun tetap mengangkat kain Nusantara.

"Di Jakarta Fashion Week, sebenarnya adalah kumpulan koleksi yang pernah ditampilkan di fashion week. Tapi, aku mengangkat batik arsiran dari Pekalongan. Sementara, di Singapore Fashion Week, aku memadukan batik dengan tenun songket Palembang," ujar Dian.

"Tema arsiran sendiri aku angkat karena arsiran itu mengungkapkan pergerakan atau movement yang diartikan sebagai gerak gerik dalam fashion week," lanjutnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini