Hati-Hati! Ini 8 Kelompok Wanita Berisiko Alami Kanker Payudara, Termasukkah Anda?

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 18 Oktober 2017 19:06 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 18 481 1797825 hati-hati-ini-8-kelompok-wanita-berisiko-alami-kanker-payudara-termasukkah-anda-QyxHo6Alc2.jpg Ilustrasi (Foto: Chosun)

ADA beberapa orang dengan faktor risiko kanker payudara yang mungkin tidak pernah Anda sadari. Hati-hati pengaruhnya dapat mengganggu kelangsungan hidup dan merugikan diri sendiri.

Karena kanker payudara salah satu penyakit yang paling mengancam wanita. Penyakit ini cukup ganas dan bisa mematikan kalau terlambat ditangani.

Sebelum terjadi, Anda patut deteksi dini dengan teknik yang mudah. Yaitu dengan langkah periksa payudara sendiri (Sadari) atau menggunakan teknik mamografi.

Untuk Sadari, Anda bisa melakukannya setiap bulan, tepatnya usai 7-10 hari menstruasi. Raba-raba area payudara untuk mengecek adanya perubahan atau benjolan di sekitar area tersebut.

Nah, lebih lanjut, Anda juga harus mengetahui faktor risikonya agar dapat waspada lebih dini. Dilansir Boldsky, Rabu (18/10/2017), berikut adalah 8 kelompok wanita atau pria yang rentan menderita kanker payudara

Mutasi genetik

Ilmuwan telah mengidentifikasi banyak gen yang mutasi menyebabkan kanker payudara. tapi yang paling penting yang dalam daftar yang brca1 dan brca 2 gen. Karena 45%-65% wanita yang memiliki mutasi genetik dikenal untuk mengembangkan kanker payudara. Meskipun mutasi genetik dan riwayat keluarga kanker payudara ada sekira 13%. Makanya Ladies, waspadai jika keluarga menderita kanker payudara, seperti ibu, adik, atau saudara sepupu ya.

Terlambat atau tidak pernah kehamilan

Wanita yang memiliki anak setelah 30 tahun usia 30 tahun, 40% lebih besar berisiko mengalami kanker payudara, dibandingkan dengan wanita yang punya anak di usia 25 tahun. Hal in terjadi karena mutasi genetik di usia tersebut. Bahkan, jika Anda tak pernah hamil sama sekali, risiko terkena kanker payudara lebih besar loh.

Awal menstruasi atau terlambat menopause

Dalam jangka panjang paparan estrogen dan progesteron dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Maka patut diwaspadai jika seorang anak di bawa usia 12 sudah menstruasi harusnya mencegah risiko kanker payudara. Begitu juga dengan wanita yang terlambat menopause di kisaran usia 50 tahun akan mengalami hal yang sama.

Orang yang melakukan terapi hormon

Untuk memperlambat menopause, biasanya wanita melakukan terapi hormon estrogen. Hal ini sangat tidak disarankan, karena dampaknya bisa memicu kanker payudara lebih mudah. Sebaiknya, biarkan menopause terjadi secara alamiah agar tak mengganggu kehidupan Anda.

Menggunakan kontrasepsi hormonal

Sementara itu, jenis kontrasepsi hormonal seperti pil KB juga dikenal untuk memicu kanker payudara. Sebaiknya, penggunaan pil KB harus dibatasi. Tentunya konsultasikan dengan ginekolog sebelum memakainya supaya aman.

Memiliki payudara yang padat

Kepadatan payudara juga jadi salah satu faktor risiko kanker payudara. Anda Anda hanya bisa mengeceknya dengan mamografi. Karena jaringan lemak dalam payudara bisa disenangi oleh sel kanker, apalagi kalau gaya hidup Anda tidak sehat.

Pernah ada tumor jinak

Jika Anda telah didiagnosis tumor jinak di payudara, pastikan Anda memeriksakan setiap 6 bulan sekali. Khawatirnya, Anda mengalami kanker payudara dengan gejala yang samar. Banyak sekali wanita yang mengalami hal ini, bahkan terlambat terdeteksi dini karena tidak menyadarinya.

Obesitas

Setelah menopause, lemak dalam tubuh wanita memiliki kemampuan untuk menghasilkan enzim yang disebut aromatase. Ini dapat mengkonversi androgen estrogen yang menyebabkan kegemukan. Nah, wanita lebih berisiko dengan terjadinya kanker payudara. Karena itu, atur gaya hidup Anda, dengan menjaga pola makan, tidak merokok, serta melakukan hal lain untuk menjaga kesehatan tubuh.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini