nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Duh! Darah Wanita Hamil Bahayakan Pria, Kenapa Ya?

Dewi Kania, Jurnalis · Kamis 19 Oktober 2017 15:18 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 19 481 1798550 duh-darah-wanita-hamil-bahayakan-pria-kenapa-ya-i9dMeDtS0r.jpg Transfusi Darah (Foto: Reuters)

Bunda, saat hamil jangan coba-coba untuk melakukan donor darah. Karena bukannya membantu orang lain, tapi Anda bisa mencelakakan pria. Duh, kenapa ya?

Sebuah penelitian baru menunjukkan, darah pada wanita hamil memang bisa melindungi janin dari ancaman kelainan. Sementara anehnya, darah mereka sangat berbahaya bila ditransfusikan pada pria yang membutuhkan.

Peneliti Rutger Middelburg dari Leiden University Medical Center di Belanda menyebutkan, ibu hamil dapat mengembangkan antibodi dan membawa gen untuk sang janin. Nah, karena itulah, para ahli tidak menyarankan in hamil untuk melakukan donor darah.

"Selama kehamilan, ibu membawa darah untuk anaknya agar dapat bertahan seumur hidupnya," kata Dr Henrik Bjursten Lund University di Swedia.

Tim peneliti memeriksa data 31.118 pasien yang menerima total 59.320 transfusi sel darah merah di 6 rumah sakit di Belanda dari tahun 2005 sampai 2015. Sebagian besar, penerima donor darah adalah laki-laki. Secara keseluruhan, 3.969 penerima darah atau 13% meninggal dunia selama penelitian.

Ketika orang mendapatkan transfusi dari donor wanita hamil sebelumnya, tingkat mortalitasnya adalah 101 per 1.000 penerima per tahun, dibandingkan dengan 80 per 1.000 penerima dengan donor laki-laki. Serta 78 per 1.000 penerima dengan donor wanita yang tidak pernah hamil.

Untuk seorang wanita, tampaknya tidak memiliki risiko kematian yang meningkat saat mereka menerima darah dari donor wanita hamil.

"Namun, studi terbesar sampai saat ini dengan hampir satu juta pasien tidak menemukan hubungan antara seks donor dan kelangsungan hidup pasien," tambah Edgren.

Para peneliti, membeberkan penyebab paling umum kematian dalam penelitian ini. Korban umumnya menderita infeksi paru akut usai transfusi.

Sayangnya, satu keterbatasan dalam penelitian ini yaitu ada perbedaan tingkat kematian untuk penerima pria dengan pendonor wanita hamil. Periset juga kekurangan data tentang riwayat kehamilan untuk beberapa donor wanita dalam penelitian ini.

Meski begitu, hasilnya menambah penelitian yang menunjukkan bahwa mungkin ada beberapa bahaya yang tidak diketahui terkait dengan transfusi darah. Tapi akan lebih baiknya Anda harus berhati-hari saat mendonorkan darahnya ataupun menjadi seorang penerimanya.

Risiko kematian lebih besar yang tentunya dianggap merugikan. Demikian dilansir Reuters, Kamis (19/10/2017).

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini