nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tradisi Unik Memecahkan Piring di Jerman Sebelum Hari Pernikahan

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 20 Oktober 2017 21:40 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 20 406 1799612 tradisi-unik-memecahkan-piring-di-jerman-sebelum-hari-pernikahan-d1dtUToMNU.jpg Ilustrasi hari pernikahan (Foto: Weddingdaymagz)

TERDIRI dari berbagai suku bangsa membuat Indonesia kaya akan adat istiadat dan budaya, termasuk tradisi pernikahan. Tradisi pernikahan dari satu daerah ke daerah lain tentu berbeda-beda akan tetapi secara umum maknanya sama. Pernikahan adalah momen sakral untuk setiap pasangan. Maka dari itu, pasangan yang ingin menikah harus merencanakan pernikahannya dengan baik.

Hingga kini, masih banyak pasangan yang memilih untuk melaksanakan pernikahan dengan adat daerahnya. Tujuannya adalah melestarikan tradisi yang sudah turun temurun dilakukan. Penggunaan adat dalam pernikahan tidak bisa dilakukan secara asal dan menyalahi aturan. Sebab dalam setiap ritual yang dilakukan memiliki nilainya masing-masing.

Pelaksanaan adat dalam pernikahan tidak hanya dilakukan oleh masyarakat Indonesia saja. Melansir dari Bustle, Jumat (20/10/2017), masyarakat di Jerman memiliki tradisi yang unik saat pernikahan. Tradisi tersebut dikenal dengan nama Polterabend.

Anda mungkin akan merasa aneh dengan tradisi ini. Polterabend merupakan ritual pernikahan di mana pihak calon mempelai pria akan memecahkan piring atau barang pecah belah yang ada di rumah calon mempelai wanita. Tradisi ini dilakukan pada hari Jumat terakhir sebelum pernikahan berlangsung.

Sebelum pihak calon mempelai pria datang, biasanya di depan rumah calon mempelai wanita telah dipersiapkan barang-barang pecah belah yang terbuat dari porselen seperti piring dan mangkuk. Ada pula barang-barang lain yaitu keramik dan kaleng. Saat pihak calon mempelai pria datang, barang-barang tersebut akan dipecahkan dengan cara dilemparkan ke tanah.

Setelah semua barang sudah pecah, pihak calon mempelai pria maupun wanita akan meninggalkan pasangan yang ingin menikah tersebut. Keduanya akan bersama-sama membersihkan pecahan barang. Makna dari tradisi ini adalah sebagai simbol pasangan akan selalu bersama-sama dalam melewati masa-masa sulit.

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti dari mana tradisi ini berasal. Tapi banyak yang mempercayai ritual yang dilakukan merupakan bentuk upaya untuk mengusir roh jahat. Satu hal yang lucu, ada teori lain yang mengatakan bahwa tradisi ini dimaksudkan untuk menyampaikan amarah pria lain karena melihat wanita yang diinginkannya akan dimiliki oleh orang lain.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini