Share

Cairan Kolagen vs Suntik Vitamin C, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 20 Oktober 2017 10:49 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 20 481 1799106 cairan-kolagen-vs-suntik-vitamin-c-mana-yang-lebih-baik-untuk-kesehatan-OU1snzvQlv.jpg Ilustrasi (Foto: Stayhomemum)

PENUAAN dini kini menjadi masalah yang banyak dihadapi baik perempuan maupun pria. Gaya hidup yang tidak sehat dan juga polusi udara yang semakin tidak terkendali menjadi pemicu yang cukup berarti.

Masalah ini tentunya menjadi hambatan yang cukup berarti bagi masyarakat milenial yang ingin tampil sempurna setiap saat. Makanya, meski rutinitas super padat, perawatan tubuh menjadi hal yang wajib dilakukan. Mengingat paparan matahari dan kontaminasi zat adiktif yang berbahaya mampu menurunkan kualitas kesehatan maupun kecantikan tubuh Anda.

Ada beberapa pilihan terkait perawatan kulit ini. Misalnya saja untuk mempertahankan kecerahan kulit, Anda bisa jajal suntik vitamin C. Pun juga yang ingin merawat kulit secara keseluruhan, berarti Anda harus menambahkan suplemen kesehatan kulit ke menu asupan makanan Anda setiap harinya.

Tapi, kemudian pertanyaan, lebih baik mana, suntik vitamin C atau mengonsumsi kolagen cair, pun muncul. Jawabannya?

Dijelaskan Dermatologi dr. Fitria Amalia, SpKK, M.Kes, kalau Anda bicara efektifitas manfaat, maka suntik vitamin C adalah jawabannya. "Hal itu terjadi karena penyuntikan vitamin C dilakukan langsung ke pembuluh darah. Sehingga cairan bermanfaat itu bisa langsung terlihat hasilnya di tubuh," terangnya pada Okezone, saat acara Kinohimitsu, di Suasana Restaurant, Jakarta Selatan, Kamis 19 Oktober 2017.

Dr. Amalia melanjutkan, itu jika Anda menginginkan hasil yang efektif, ya. Tapi, perlu Anda ketahui juga, dengan tindakan itu juga ada efek samping yang tidak bisa dikendalikan secara pasti.

Efek samping suntik Vitamin C antara lain adalah munculnya luka akibat suntikan yang dilakukan di kulit Anda. Semakin sering Anda disuntik, maka risiko adanya "cacat" di kulit pun bisa terjadi. Namun kasus ini tidak begitu banyak, tergantung dari kulit pasien itu sendiri.

Kemudian, efek samping lainnya adalah risiko kristalisasi vitamin C di dalam ginjal juga bisa terjadi. "Ini bisa terjadi akibat vitamin C yang tidak larut secara baik di dalam pembuluh darah. Alhasil, kemungkinan besar adanya kristal vitamin C itu di dalam ginjal. Kalau terbentuk, maka masalah ginjal bisa terjadi," sambung dr. Amalia.

Sementara itu, terkait dengan cairan kolagen, meskipun manfaatnya sama, tapi memang hasilnya tidak bisa langsung didapatkan. Itu terjadi karena cairan kolagen yang Anda minum harus melalui proses pencernaan dulu baru akhirnya bisa didapatkan hasilnya.

Ketahuan hasilnya pun sangat tergantung dari kondisi pasien itu sendiri. Ada yang memang punya gen baik terhadap paparan kolagen, ada juga yang memang sulit untuk menyerap kolagen.

"Meski begitu, proses yang terjadi bisa dikatakan alami dan tidak begitu menyebabkan risiko kesehatan. Jadi, aman kalau dilakukan secara terus menerus," ungkapnya.

Kemudian, cairan kolagen yang dikonsumsi tidak akan berubah menjadi kontaminan di dalam tubuh. Sebab, kolagen yang dikonsumsi bisa dikatakan sesuai dengan apa yang tubuh butuhkan. Jadinya tidak berbahaya bagi tubuh.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini