nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Origindiversity, saat Modern Urban Bertemu Budaya Jawa Tradisional Indonesia di Panggung Jakarta Fashion Week 2018

Pradita Ananda, Jurnalis · Minggu 22 Oktober 2017 20:21 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 22 194 1800287 origindiversity-saat-modern-urban-bertemu-budaya-jawa-tradisional-indonesia-di-panggung-jakarta-fashion-week-2018-pwnbVGghws.jpg Pagelaran di Jakarta Fashion Week 2018 (Foto:Kiki/Okezone)

 

KONSEP modern dan tradisional adalah dua hal yang sangat berbeda satu sama lain. Akan tetapi, bukan berarti dua hal yang sangat kontras ini tidak bisa dipertemukan berpadu menjadi satu.

Pertemuan antara dua hal yang kontras inilah, yang diperlihatkan oleh ketiga desainer kenamaan dalam perhelatan hari kedua Jakarta Fashion Week 2018, Luthfi Madjid , Yogiswari Pradjanti, dan Sugeng Waskito.

Di perhelatan hari kedua gelaran acara pekan mode terbesar di Indonesia ini, Luthfi Madjid menampilan dua puluh lima set koleksi kapsul dengan tema yang diusung "Ode to the Earth", yang diwujudkan dalam siluet ready to wear yakni terusan, kemeja, blus tanpa lengan, baju bertudung, celana palazzo, celana 7/8 dan celana gelembong yang berkarakter modern urban bermaterial bahan chambray, katun, denim, khaki dan organza.

BACA JUGA:

Warna Pastel Perkaya Koleksi Batik Jambi Meriahkan Jakarta Fashion Week 2018

Untuk permainan warna, koleksi "Ode to the Earth" ini didominasi warna alam seperti warna tanah, indigo, hijau, biru, dan putih.

 

Nuansa modern yang urban juga diusung oleh desainer Yogiswari Pradjanti. Untuk koleksi ini, Yogi diketahui menampilkan koleksi rancangan ilustrasi dua dimensi yang dicetak secara digiral multi warna di atas bahan poliester dan katun.

Di koleksi bertema "Cerita Para Nyonyah" ini, Yogi menampilkan rancangan bergambar karakter naif yang bertutur kegiatan para ibu muda perkotaan yang hobi melanglang buana, seperti misalnya ilustrasi wanita bergelung konde sambil menggendong bakul jamu berlatar belakang Menara Eiffel, lalu wanita berpakaian ala Patung Liberty di Amerika, dengan motif yang dikenakan yakni batik kawing.

Siluetnya sendiri terdiri dari enam belas set busana siap pakai, mulai dari terusan, blus pendek, celana 3/4, celana 7/8, sampai kaftan dalam warna biru, hijau kuning, dan merah.

BACA JUGA:

Tampil di JFW 2018, The F Thing Bawa Nuansa Baru Gaya Street Fashion Generasi Millenial

Nah, jika dua perancang di atas menampilkan tema modern nan urban. Sugeng Waskito lewat tema konsep "Aksara" dengan sisi tradisionalnya dengan menampilkan kurang lebih enam belas gaun malam bermaterial batik. Di mana dalam pemilihan material bahan ini, Sugeng memiliki alasannya tersendiri.

"Saya pilih material batik ini karena saya tidak hanya ingin buat suatu rancangan itu dari model bajunya saja tapi juga materialnya. Rasanya beda kalau menampilkan rancangan keseluruhan yang berasal dari ide sendiri sebagai upaya untuk melestarikan budaya kita sendiri. Menunjukkan bahwa batik itu bisa ditampilin dalam bentuk yang beda," papar Sugeng.

Koleksi gaun malam dari Sugeng diketahui semuanya menggunakan siluet A, terusan tent, dengan motif klasik dan kontemporer di atas bahan sutra super berwarna gelap sehingga memberikan kesan elegan dan jatuh saat dipakai.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini