nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

WALK & WOK: Sensasi Mencicipi Teh ala Bangsawan Belanda sambil Wisata Kebun Teh Kemuning

Dada Sathilla, Jurnalis · Minggu 22 Oktober 2017 12:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 22 298 1800144 walk-wok-sensasi-mencicipi-teh-ala-bangsawan-belanda-sambil-wisata-kebun-teh-kemuning-wrZJ7LsZQw.jpg Wisata Kebun Teh Kemuning di Solo (Foto:Dada)

KOTA Solo dikenal sebagai destinasi wisata budaya, kota dan wisata kuliner. Solo juga menawarkan petualangan di alam terbuka seperti melihat air terjun di Tawangmangu dan hiking ke gunung Lawu. Di luar itu, ada Kebun Teh Kemuning yang sangat cantik dan instagrammable. Kebun teh ini masih agak sepi karena belum banyak didengar orang. Tapi hal ini malah menjadikannya istimewa dan bisa dinikmati sepuasnya.

Perkebunan teh Kemuning berada di Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar. Tepatnya berjarak 40 kilometer dari Kota Solo. Kebun teh cantik ini bisa dicapai dengan berkendara selama 1 jam dari Kota Solo. Jalanan yang mulus dan terawat baik membuat perjalanan saya dari Solo menuju Kemuning lancar. Hanya kadang jalan berkelok naik turun saat menuju ke puncak. Sepanjang perjalanan saya disuguhi pemandangan perbukitan dan hutan yang hijau dengan latar belakang Gunung Lawu di kejauhan.

BACA JUGA:

OKEZONE WEEK-END: Kopi Rempah hingga Turmeric Latte, Minuman Kekinian yang...

 

Memasuki kabupaten Karanganyar udara mulai terasa sejuk. Kira-kira suhu mencapai 21,5 derajat Celcius. Cukup dingin untuk ukuran siang hari yang cerah. Setelah melewati gerbang kawasan wisata Candi Sukuh dan Candi Cetho, landskap berubah menjadi hamparan tanaman teh di kanan kiri jalan yang meninggi hingga kaki gunung.

Di hamparan kebun teh yang hijau ini saya melihat beberapa petani teh tengah sibuk memetik daun teh. Rupanya teh menjadi komoditi utama dari kabupaten Karanganyar dengan hasil produksi mencapai 11 ton per hari. Di sela - sela tanaman teh, saya juga melihat beberapa turis asal India tengah sibuk berfoto selfie. Sedikit orang yang mengunjungi kebun teh Kemuning ini membuat saya senang. Saya jadi bisa menikmati panorama alam cantik ini sendirian.

 

Saya pun memutuskan trekking melalui jalur sempit di antara tanaman teh. Jalur ini meninggi menuju lereng gunung. Disini saya berhenti sebentar untuk menikmati suasana alam yang rileks dan tenang. Udara disini sungguh bersih dan sejuk. Panoramanya serba hijau, membuat segar mata. Dari sini Gunung Lawu terlihat cantik juga dengan rona kehijauan. Di sekitar kebun teh Kemuning ada beberapa bangunan yang dijadikan rumah teh.

Selain diproduksi menjadi minuman teh kemasan, tanaman teh di kebun teh Kemuning ini juga untuk disajikan kepada para wisatawan yang berkunjung. Disini ada beberapa rumah teh dengan berbagai konsep seperti Bale Branti yang berkonsep rumah adat Jawa Joglo. Sedang rumah teh Ndoro Dongker berkonsep ala rumah kolonial Belanda.

 

Pilihan saya jatuh kepada Ndoro Dongker. Rumah teh klasik ini didominasi warna putih dengan gaya bangunan kolonial Belanda. Ndoro Dongker menyajikan teh yang dipetik langsung dari kebun teh yang ada disampingnya.

Ada bermacam teh yang bisa dipilih mulai dari jenis teh Indonesia dan teh luar seperti green tea, earl grey, raspberry, blackberry, jasmine, camomile dan lainnya. Satu teko teh harganya sangat terjangkau, yaitu Rp20.000 saja.

 

Untuk menemani sesi minum teh ala Belanda ini tersedia beberapa penganan klasik Indonesia dan Belanda seperti pisang goreng, ketan susu, tempe mendoan hingga bitterballen. Teh hasil produksi kebun teh Kemuning juga bisa dibeli. Satu toples daun teh harganya sekitar Rp100.000 - 150.000.

BACA JUGA:

OKEZONE WEEK-END: Aneka Rempah-Rempah Unik, Salah Satunya untuk...

Lemon tea bubuk harganya Rp50.000. Sedang teh melati instan harganya Rp20.000 per kotak. Menikmati teh di rumah teh Ndoro Dongker memberi sensasi seperti seorang Ndoro Belanda yang tengah bersantai di kebun teh miliknya.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini