nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menggapai Harapan Kota Layak Anak, Yohana Yambise Ingin Setiap Anak Punya Akta Kelahiran

Dewi Kania, Jurnalis · Senin 23 Oktober 2017 16:49 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 23 196 1800777 menggapai-harapan-kota-layak-anak-yohana-yambise-ingin-setiap-anak-punya-akta-kelahiran-viLbnLGiKY.jpg

ANAK-anak di Indonesia rata-rata hampir tinggal di tempat tidak layak untuk mereka bermain dan belajar dengan nyaman. Tentunya hal ini bisa mengganggu tumbuh kembangnya, padahal seharusnya masa kecil mereka jadi momen menyenangkan.

Dalam tiga tahun pencapaian kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yambise mengungkapkan, sayangnya hampir semua kota di Indonesia belum dianggap ramah anak. Paling dikhawatirkan dari masalah ini yaitu maraknya kekerasan anak tidak harus terjadi.

Setiap pemerintah daerah seharusnya mengembangkan forum layak anak dengan memberikan sarana dan prasarana untuk mereka. Hal ini sangat penting supaya waktu bermain anak tidak terganggu.

"Ada 24 titik atur yang langsung dijalankan oleh pimpinan di daerah. Pertama setiap anak harus memiliki akta kelahiran, mereka berhak untuk bermain, sekolah, berkreatif, dan mendapatkan informasi yang layak juga dilindungi," terang Yohana saat ditemui di Kantor Staf Presiden, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Senin (23/10/2017).

Dijelaskan lebih lanjut, kategori kota layak anak yang baik yaitu bisa terbebas dari masalah kekerasan anak. Termasuk tidak terjadinya pemerkosaan, trafficking, dan masalah menyeramkan lainnya bagi anak-anak.

BACA JUGA:

Hujan Katak hingga Hujan Darah, 5 Fenomena Hujan Paling Menakutkan di Dunia

5 Desainer Indonesia Tampil di Los Angeles Fashion Week 2017

Foto Perdana Menteri Jepang saat Makan Es Krim Bikin Heboh

Batuk Tidak Kunjung Sembuh, Ini yang Dilakukan Tata Eks Tommy Soeharto, Meski Berat Hasilnya Menakjubkan

Perlindungan terhadap seorang anak sangat penting dilakukan oleh semua pihak. Apalagi para orangtua, harus melindungi anak-anaknya dari hal apapun agar terhindar dari masalah kekerasan.

Bilamana terjadi kekerasan, setiap pelaku harus ditindak. Presiden pun sempat akan mengeluarkan peraturan hukum bagi para predator (pelaku kekerasan seksual) supaya mereka jera.

"Tentu ada hukum dan perlindungan anak dengan hukuman kebiri dan pemasangan chips di tubuh pelaku. Karena semakin maraknya kejahatan seks dapat menyebabkan anak meninggal dunia, cacat dan kena penyakit berbahaya," ungkapnya.

Menteri Yohana berharap, jika semua kota di Indonesia layak anak, bisa menurunkan angka kekerasan terhadap anak. Kemudian, hak anak juga sudah terpenuhi supaya mendukung tumbuh kembangnya.

Bahkan, pemerintah pusat juga sudah mengeluarkan Undang-Undang yang melindungi anak dari masalah kekerasan. Selain membangun kota layak anak, undang-undang tersebut sangat penting diterapkan bagi siapapun.

"Kami sudah alokasikan dana untuk membangun fasilitas supaya menjadi kota layak anak. Termasuk adanya ruang belajar layak, puskesmas ramah anak, tempat bermain memadai dan sebagainya," pungkasnya.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini