nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

FOOD STORY: Menjelajah Ragam Budaya dalam Sepiring Nasi Goreng

Agregasi Grivy.com, Jurnalis · Senin 23 Oktober 2017 19:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 23 298 1800830 food-story-menjelajah-ragam-budaya-dalam-sepiring-nasi-goreng-5rMVMdasgb.jpg Nasi goreng dan ragam budayanya (Foto:Shutterstock)

“Geef mij maar nasi goreng – berikan aku nasi goreng saja,” begitu kutipan lagu Geef Mij Maar Nasi Goreng (1979), yang dibawakan oleh Louisa Johanna Theodora “Wieteke” van Dort, atau Tante Liem. Lagu ini, menggambarkan kerinduan pada makanan khas Indonesia, sebab ia dan keluarganya terpaksa mengungsi ke Belanda akibat konflik Irian tahun 1957.

Kenikmatan sepiring nasi goreng juga diakui oleh Mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama. Pada kunjungannya di tahun 2010, ia sempat memuji lezatnya nasi goreng, bersamaan dengan jenis makanan lain, seperti bakso dan emping. Adapun bukan itu saja. Setidaknya, survei CNN di tahun 2011 menobatkan nasi goreng sebagai makanan terlezat kedua di dunia setelah rendang.

BACA JUGA:

Masih Ingat Takir, Cekentong hingga Tepong? Semua Terbukti Ramah Lingkungan

Dapat dikatakan, nasi goreng menjadi salah makanan yang lazim di Indonesia. Penjualnya, bisa ditemukan di mana-mana. Mulai dari restoran bintang lima, mal, hingga pedagang gerobak.

Dari Tiongkok ke Penjuru Asia Tenggara

Sebenarnya, nasi goreng merupakan satu makanan yang sudah ada sejak 4.000 SM. Berasal dari negeri Tiongkok, resep nasi goreng (chao fan) dibawa dan disebarluaskan oleh para perantau ke seluruh penjuru Asia Tenggara. Tidak heran, meskipun sama-sama nasi goreng, cita rasanya berbeda-beda di setiap tempat. Oh ya, di tempat asalnya, chao fan biasa dipadukan dengan daging babi panggang, lho.

 

Resep nasi goreng lantas muncul, lantaran kebiasaan orang Tiongkok yang enggan mengonsumsi makanan dingin. Di sisi lain, mereka pantang membuang sisa makanan. Jadilah, nasi yang sudah dingin diolah lagi. Adapun tiga bahan utama resep nasi goreng, yakni nasi, minyak goreng, dan kecap manis. Sisanya, bisa ditambahkan sayuran, daging, saus, telur, dan rempah lain sesuai selera.

BACA JUGA:

Foto Perdana Menteri Jepang saat Makan Es Krim Bikin Heboh Netizen di Media Sosial

Variasi Nasi Goreng di Indonesia

Lalu, kapan tepatnya nasi goreng masuk ke Indonesia?

Belum jelas kapan. Namun, beberapa pendapat meyakini, kemunculan resep ini ada pada kisaran abad ke-10 dan 15. Di saat itulah, imigran asal Tiongkok mulai menetap di Nusantara dan membawa serta budaya serta kuliner mereka.

 

Seiring berjalannya waktu, resep nasi goreng diadopsi dan disesuaikan dengan lidah Nusantara. Tidak heran, jika kini—Anda bisa menemukan beragam jenis nasi goreng, seperti Nasi Goreng Ikan Asin, Nasi Goreng Jawa, Nasi Goreng Kencur a la Sunda, Nasi Goreng Pete, hingga Nasi Goreng Rendang dan Nasi Goreng Cakalang.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini