nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Uniknya Amorphopallus Titanum, Bunga Bangkai yang Ditemukan Warga Mekar di Kebun

ant, Jurnalis · Senin 23 Oktober 2017 21:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 23 406 1800988 uniknya-amorphopallus-titanum-bunga-bangkai-yang-ditemukan-warga-mekar-di-kebun-SSzwEJRmGm.jpg

BUNGA bangkai yang dalam bahasa latin dikenal dengan istilah Amorphopallus titanum tersebut ditemukan tumbuh setinggi 60 centimeter dengan lebar kelopak bunga 50 centimeter.

Bunga bangkai tersebut ditemukan tumbuh di kebun milik warga di Kampung Jangga, Desa Langensari, Kecamatan Karangtengah, Cianjur, Jawa Barat.

Kelopak bunga berwarna merah keunguan dengan putik berwarna kuning dan bagian atas berwarna merah hati serta mengeluarkan aroma tidak sedap yang tercium hingga beberapa meter.

Bunga yang mekar untuk kedua kalinya di tempat yang sama pertama kali ditemukan Sartika (50), pemilik kebun, ketika hendak bersih-bersih tiga hari yang lalu.

"Saya tidak menyangka akan menemukan bunga bangkai saat membersihkan rumput di kebun. Awalnya tercium aroma tidak sedap yang menusuk hidung. Tapi saat saya temukan masih kuncup belum mekar," katanya.

BACA JUGA:

Hujan Katak hingga Hujan Darah, 5 Fenomena Hujan Paling Menakutkan di Dunia

5 Desainer Indonesia Tampil di Los Angeles Fashion Week 2017

Foto Perdana Menteri Jepang saat Makan Es Krim Bikin Heboh

Batuk Tidak Kunjung Sembuh, Ini yang Dilakukan Tata Eks Tommy Soeharto, Meski Berat Hasilnya Menakjubkan

Dia menjelaskan, mekarnya bunga bangkai di kebun miliknya itu merupakan kedua kalinya setelah dua tahun yang lalu. Namun yang pertama tidak sebesar yang kedua.

"Sebelumnya sempat tumbuh dua tahun lalu dan baru tumbuh lagi sekarang," katanya.

Kepala Dusun III Desa Langensari, Kecamatan Karangtengah, Syahidin mengatakan, pihaknya mendapat informasi dari warga terkait temuan bunga bangkai tersebut.

Selama Ini, jarang warga langsung melapor ke pihak desa karena sudah sering bunga bangkai ukuran kecil itu mekar.

"Mungkin karena sudah sering tumbuh dan warga sudah tidak penasaran jadi pada cuek dan membiarkan. Sehingga sering tumbuh warga jarang ada yang memberitahukan ke pemerintah desa. Kami baru tahu kalau Ada warga yang datang ke desa," katanya.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini