nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Awas, Kelebihan Berat Badan Bisa Meningkatan Kanker Payudara!

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Senin 23 Oktober 2017 14:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 23 481 1800678 awas-kelebihan-berat-badan-bisa-meningkatan-kanker-payudara-ndqE3Kgg00.jpg Ilustrasi (Foto: Zeenews)

ANDA seorang wanita yang memiliki berat badan berlebihan? Sudah sepatutnya tidak pasrah dengan keadaan, cegah agar tidak menjadi obesitas. Bukan soal penampilan saja, obesitas dapat berdampak buruk untuk kesehatan Anda.

Sebuah studi baru mengungkapkan bagaimana obesitas dapat berkontribusi untuk peningkatan kanker payudara pada wanita. Asumsinya obesitas menyebabkan pelepasan sitokin ke dalam aliran darah, yang berdampak pada metabolisme sel kanker membuatnya lebih agresif.

Telah terjadi peningkatkan jumlah kasus obesitas di seluruh dunia. Pusat Penelitian Kanker Jerman (DKFZ) baru-baru ini melaporkan, menurut WHO jumlah anak-anak dan remaja dengan obesitas meningkat 10 kali lipat rentang waktu 1975-2016.

(Baca Juga: Sedapnya Nasi Briyani, Masakan Kaya Rempah Khas India yang Menggugah Selera)

Hal ini berbahaya, karena seperti diketahui kelebihan berat badan berdampak banyak terhadap kesehatan. Selain menimbulkan gangguan kardiovaskular, obesitas juga mendorong perkembangan kanker dan metastase. Namun, belum diketahui mekanisme yang membuat kanker payudara lebih agresif.

"Enzim ACCI memainkan peran sentral dalam proses ini. ACC1 adalah komponen kunci sinstesis asam lemak," kata Dr Mauricio Berriel Diaz, wakil direktur Institut Diabetes dan Kanker (IDC) di Helmholtz Zentrum Munchen yang dikutip Zeenews, Senin (23/10/2017).

(Baca Juga: Kasihan! Setelah Suaminya Direbut Palakor, Foto Bugil Istrinya pun Disebar Jadi Viral di Sosmed)

"Namun, fungsinya terganggu oleh sitokinin leptin dan TGF. Tingkat sitokin ini meningkat terutama pada darah dengan berat badan berlebih," tambahnya.

(Baca Juga: Alamak! 6 Jenis Parfum Ini Menjijikkan, Mulai dari Bau Mayat, Ganja hingga Miss V)

Para ilmuwan menunjukkan, penghambatan yang dijelaskan dari ACC1 menyebabkan akumulasi prekursor asam lemak asetil-CoA. Prekursor ini dipindahkan ke gen tertentu yang pada gilirannya meningkatkan kapasitas sel kanker metastatik dengan mengaktifkan program tertentu.

(Baca Juga: Satu Kamar dengan Miss India, Achintya Nilsen: Dia Bawa Makanan Banyak, Kita Enggak Kelaparan)

Namun, para peneliti ingin membuktikan data tentang mekanisme yang baru ditemukan dalam penelitian lebih lanjut. Mereka juga mempertimbangkan poin intervensi terkait yang mungkin dapat dimanfaatkan secara terapeutik.

"Menghambat jalur pensinyalan dan mematikan gen terkait metastasis bisa menjadi target terapeutik. Sebagai bagian dari apa yang disebut terapi neoadjuvant, risiko metastasis atau kambuhnya tumor dapat dikurangi sebelum operasi pengangkatan tumor," tutur rekan penelitian Diaz, Stephan Herzig, direktur IDC, profesor Kontrol Metabolik Molekuler di TUM dan Rumah Sakit Universitas Heidelberg.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini