Tes IVA, Deteksi Kanker Serviks Lebih Cepat Ketimbang Pap Smear

Annisa Aprilia, Jurnalis · Senin 23 Oktober 2017 16:32 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 23 481 1800765 tes-iva-deteksi-kanker-serviks-lebih-cepat-ketimbang-pap-smear-5h5bQc3xHK.jpg

PEMERIKSAAN inspeksi visual dengan asam asetat agaknya masih terdengar asing di telinga sebagian besar kaum wanita Indonesia. Sebaliknya, pemeriksaan pap smear lah yang lebih akrab dan terkenal. 

Padahal, keduanya memiliki fungsi yang sama, yaitu mendeteksi kanker serviks secara dini. Inspeksi visual dengan asam asetat atau IVA, merupakan cara sederhana untuk mendeteksi kanker leher rahim sedini mungkin, seperti yang dikutip dari laman resmi Yayasan Kanker Indonesia, Senin (23/10/2017). 

"Tes IVA bisa dilakukan oleh tenaga yang terlatih, seperti bidan, dokter di puskesmas, dan hasilnya bisa langsung diketahui. Sementara pap smear harus dilakukan di laboratorium dan hasilnya bisa seminggu," ucap dr. Lily Sriwahyuni Sulistyowati, MM, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, ketika diwawancarai Okezone, Senin (23/10/2017). 

Dengan melakukan tes IVA, seorang wanita nantinya akan dilihat secara langsung leher rahimnya oleh dokter. Hanya dengan bantuan cahaya yang cukup, mata telanjang dokter akan mengamati kanker pada leher rahim. Kemudian, leher rahim akan diberi larutan asam asetat. 

Dalam program yang diselenggarakan oleh pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, tes IVA dilakukan secara gratis. Sehingga para wanita bisa memeriksakan dirinya, mulai hari ini dan besok di ruang Siwabessy, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Dalam acara tersebut, tersedia 30 bilik untuk memeriksakan alat reproduksi dan hasilnya bisa diperoleh secara langsung. 

BACA JUGA:

Hujan Katak hingga Hujan Darah, 5 Fenomena Hujan Paling Menakutkan di Dunia

5 Desainer Indonesia Tampil di Los Angeles Fashion Week 2017

Foto Perdana Menteri Jepang saat Makan Es Krim Bikin Heboh

Batuk Tidak Kunjung Sembuh, Ini yang Dilakukan Tata Eks Tommy Soeharto, Meski Berat Hasilnya Menakjubkan

"Sampai di dalam bilik, tentu masyarakat akan diberi tahu oleh pemeriksa, akan dilakukan pemeriksaan alat reproduksinya, khususnya mulut rahim dengan inspeksi visual dengan asam asetat (IVA). Kemudian, sambil diperiksa leher rahimnya, petugas lainnya juga melakukan pemeriksaan SADANIS untuk mendeteksi kanker payudara. Jadi, dalam bilik ada dua pemeriksaan sekaligus, yaitu IVA dan SADANIS," lanjut Lily. 

Lebih lengkap, seperti yang dilansir dari laman resmi Yayasan Kanker Indonesia, Senin (23/10/2017), sebelum dilakukan pemeriksaan, pasien akan mendapat penjelasan mengenai pemeriksaan yang akan ia lewati. Pertama, pasien harus terbaring dengan posisi lutut ditekuk dan kaki melebar (litotomi), dengan posisi ini vagina akan mudah terlihat, jika ada kelainan. Selanjutnya, spekulum (alat pelebar) akan dibasuh dengan air hangat dan dimasukan ke dalam vagina pasien secara tertutup, lalu dibuka untuk melihat leher rahim. 

Kemudian, jika ada banyak terdapat cairan, dengan menggunakan kapas steril basah dokter akan membersihkannya. Pipet atau kapas akan digunakan untuk memberikan larutan asam asetat sebanyak 3-5 persen ke leher rahim. Tanpa menunggu lama, hasil dari pemeriksaan pun dapat diketahui. 

Hanya dengan menunggu sekira satu menit reaksi leher rahim sudah dapat terlihat. Bila warna leher rahim tidak putih, artinya hasil tes IVA negatif. Sementara, jika warna leher rahim keputih-putihan, maka kemungkinannya positif terdapat kanker. 

"Tes IVA harus dilakukan secara rutin tiap setahun sekali. Kita mengharapkan pada wanita yang sudah melakukan seks aktif agar memperhatikan kesehatan reproduksinya sendiri, karena berkaitan pada kesehatan dan keselamatannya. Pasalnya, sebagian besar wanita yang kehilangan nyawa, biasanya kanker ditemukan sudah dalam posisi yang stadium lanjut. Untuk itu, agar tingkat kesembuhan semakin tinggi harus diketahui secara dini," tutup Lily. 

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini