Demi Masa Depan Lebih Sehat, Leonardo DiCaprio Investasikan Kekayannya untuk Burger Vegan

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 24 Oktober 2017 10:34 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 24 298 1801196 demi-masa-depan-lebih-sehat-leonardo-dicaprio-investasikan-kekayannya-untuk-burger-vegan-BCz4IRJL9n.jpg Leonardo DiCaprio (Foto: Uproxx)

SEMAKIN banyak orang yang beralih menjadi vegetarian. Mereka yang akhirnya sadar jika daging merah merupakan salah satu faktor pembentuk risiko kesehatan, memutuskan untuk berhenti total mengonsumsi daging.

Mungkin, itu juga yang akhirnya mengilhami mega bintang dunia Leonardo DiCaprio untuk mau bergerak bersama vegan demi masa depan yang lebih sehat. Ya, belum lama ini Leo memutuskan untuk menginvestasikan sebagian kekayaannya untuk sebuah burger vegan yang bakal menjadi makanan masa depan yang baik untuk kesehatan.

Dilansir dari Peta.org, Selasa (24/10/2017), Beyond Meat, nama perusahaan yang memproduksi burger vegan, menjadi ladang kebaikan Leo untuk menciptakan manusia dan alam yang lebih baik. Salah satu upaya tersebut adalah mengurangi asupan daging sapi untuk produksi burger.

Perlu Anda ketahui, Beyond Burger terbuat dari bahan-bahan nabati, seperti kacang polong sebagai sumber proteinnya. Kemudian, bit yang menghasilkan warna merah, pun minyak kelapa dan pati kentang yang membuat daging tersebut kenyal dan gurih. Bahan-bahan alami ini yang kemudian dipastikan jauh lebih baik dari daging sapi pada umumnya.

"Perusahaan seperti Beyond Meat tahu betul bahwa masa depan itu berbasis tanaman. Dengan begitu, penggerak perubahan iklim terbesar itu pun dapat lebih terkendali, bumi pun tidak akan mengalami kerusakan yang semakin parah," ungkap Leo.

Sebagai seorang aktor dunia, bukan hal baru lagi jika Leo memang fokus dan tertarik pada penyelamatan bumi, khususnya masalah iklim. Keikutsertaan Leo dalam mendukung adanya daging nabati ini tentu hal yang baik dan makanya dia berani investasikan sebagain hartanya.

Sementara itu, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, pergeseran global menuju gaya hidup vegan diperlukan untuk memerangi dampak terburuk dari perubahan iklim. Dibutuhkan sejumlah besar air untuk menanam tanaman bagi hewan untuk dimakan, dan memberi hewan air untuk diminum.

Hewan yang dibesarkan untuk makanan di Amerika Serikat menghasilkan lebih banyak kotoran daripada jumlah populasi manusia di seluruh negeri. Dibutuhkan hampir 20 kali lebih sedikit lahan untuk memberi makan seseorang yang makan sayuran berbasis tanaman (nabati) daripada memberi makan pemakan daging karena tanaman tersebut dikonsumsi secara langsung daripada digunakan untuk memberi makan hewan.

Berita baiknya adalah lebih mudah beralih ke gaya hidup vegan yang ramah lingkungan daripada harus terus mengonsumsi daging hewani. "Vegan adalah masa depan," pungkas Leo.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini