nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sebelum Diboyong ke Paris , Yuk Lihat Seratus Kain Nusantara Andalan Indonesia

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Rabu 25 Oktober 2017 17:28 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 25 194 1802257 sebelum-diboyong-ke-paris-yuk-lihat-seratus-kain-nusantara-andalan-indonesia-BuAnKdCtzX.jpg

INDONESIA memiliki keragaman budaya dan wastra atau kain khas Nusantara yang kaya. Kekayaan tersebut membuat desainer Oscar Lawalata ingin memperkenalkannya kepada dunia.

Dalam pameran bertajuk Batik For The World yang sedianya akan digelar di UNESCO Head Quarter di Paris, Oscar akan memamerkan beragam batik dari berbagai daerah di Indonesia. Namun sebelum terbang ke Paris pada Juni 2018, Oscar lebih dulu memamerkan karyanya dalam pameran Seratus Kain Nusantara yang diselenggarakan di Museum Bank Mandiri.

Dalam pameran ini, baik kain tenun, batik, hingga setelan busana dari kain khas tradisional dipamerkan dalam dua lantai. Di lantai bawah, puluhan kain dengan corak batik dipajang dengan rapi. Pameran di lantai bawah menggunakan kain-kain batik yang diciptakan oleh para pengrajin dari Solo, Pekalongan, dan Cirebon.

Sedangkan pameran di lantai atas digunakan untuk memamerkan batik Sogan, Jogja, dan Solo serta beberapa daerah lainnya. Di lantai ini, Anda bisa melihat keindahan batik yang berasal dari Solo, Jogja, Madura, Cirebon dan kain tradisional yang telah dirancang menjadi pakaian ready to wear.

"Untuk yang di atas lebih ke batik secara Indonesia. Jadi untuk mengembalikan klasiknya," jelas Oscar kepada Okezone di Museum Bank Mandiri, Jakarta Barat, Rabu (25/10/2017).

Menurut Oscar, masing-masing daerah memiliki ciri khas dalam menciptakan batik. Ada yang mengedepankan pada warna, corak, hingga penambahan bordir dan bahan yang digunakan.

"Cirebon batiknya lebih warna-warni, Madura cenderung merah. Pameran di lantai atas lebih menggunakan bahan katun, lebih original. Ada juga penambahan bordir, prada," jelas Oscar.

(Baca Juga: Simpel Tetapi Penuh Statement, Gaya Make-Up Favorit Supermodel Kimmy Jayanti)

Lebih lanjut, Oscar juga menjelaskan bahwa batik harus dihargai sesuai dengan tingkat kesulitan prosesnya. Untuk batik yang proses pembuatannya memakan waktu lama, hingga enam bulan, tentu harganya lebih tinggi daripada batik yang dibuat dalam beberapa hari saja.

"Yang paling lama proses membatiknya dari Solo. Pembatiknya sudah sepuh, makanya lama," ungkapnya.

(Baca Juga: Lucunya Hamlet, Babi Beruntung yang Bisa Terbang Keliling Dunia)

Senada dengan Oscar yang sangat ingin melestarikan batik, perwakilan dari Bank Mandiri, Maristella Tri Haryanti mengatakan, pihaknya memiliki program binaan untuk para pengrajin batik, sehingga tercipta sinergi untuk sama-sama melestarikan batik. "Harapannya UMKM ini menghasilkan karyanya yang layak dipasarkan," pungkasnya.

(Baca Juga: AWAS! Bakteri Listeria Bisa Banyak Ditemukan di Sayuran Segar!)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini