Jangan Disepelekan, Ini 7 Pemicu Insomnia yang Paling Sering Dialami Seseorang

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 25 Oktober 2017 11:12 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 25 481 1801941 jangan-disepelekan-ini-7-pemicu-insomnia-yang-paling-sering-dialami-seseorang-JTAOOJ01WY.jpg Ilustrasi (Foto: Urbanwomen)

BILA Anda mengalami insomnia Sepanjang malam cek dulu faktor risikonya. Selain itu, ada banyak pemicunya yang sebenarnya dapat diatasi.

Insomnia terus-menerus berdampak pada gangguan kesehatan. Karenanya, coba untuk mengatasinya agar tidak merugikan diri sendiri.

Para ahli mengatakan, seseorang yang menderita insomnia sepanjang malam bisa berisiko menderita penyakit degeneratif lebih mudah di kemudian hari. Tentunya hal ini juga dapat memicu risiko kematian dini.

Maka, cek dulu berbagai pemicu insomnia yang mungkin juga Anda alami. Dilansir Healthline, Rabu (25/10/2017), berikut adalah ulasannya.

Stres

Rasa cemas dan khawatir bisa membuat pikiran Anda tetap aktif di malam hari. Biasanya hal ini disebabkan karena masalah pekerjaan, sekolah atau dengan keluarga. Tentu Anda bisa sulit tidur dan traumatis juga bisa menyebabkan Hal kronis.

Depresi

Depresi juga merupakan sumber umum seseorang alami insomnia. Mungkin penyebabnya karena ketidakseimbangan kimiawi di otak yang mempengaruhi pola tidur. Anda mungkin terlalu tertekan oleh ketakutan atau pikiran yang mengganggu, sehingga sulit tidur nyenyak.

Obat-obatan

Konsumsi sejumlah obat-obatan dapat menyebabkan insomnia. Biasanya yakni obat stimulan dan yang mengandung antihistamin dapat membuat Anda mengantuk pada awalnya. Lama-lama menyebabkan sering buang air kecil, yang kemudian dapat mengganggu tidur di malam hari.

Minuman berkafein

Minuman yang mengandung kafein bersifat merangsang otak agar tetap aktif. Nah, kalau Anda minum beberapa jam sebelum tidur, dipastikan dampaknya bisa menyebabkan insomnia. Stimulasi ini bisa mengganggu tidur di malam hari. Begitu juga dengan konsumsi minuman beralkohol, Anda bisa mengalami dampak yang sama.

Kegemukan

Centers for Disease Control and Prevention menyebutkan, gangguan tidur juga terkait dengan obesitas. Orang dewasa yang tidur kurang dari 6 jam per malam memiliki tingkat obesitas sebesar 33%. Pola ini ditemukan pada pria dan wanita di semua usia dan kelompok etnis.

Perubahan lingkungan

Pergeseran kerja atau perjalanan jarak jauh bisa mempengaruhi ritme sirkadian tubuh Anda. Karena tubuh kita sebenarnya mengatur siklus tidur, suhu tubuh, dan metabolisme dengan baik.

Kebiasaan buruk sebelum tidur

Kebiasaan mendengarkan musik, menonton TV atau bekerja di tempat tidur bisa bikin Anda sulit tidur. Cobalah pula untuk tidak makan dulu sebelum tidur. Siklus istirahat yang dibutuhkan tubuh bisa terganggu dan merugikan Anda.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini