nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mendiang Benny 'Panbers' Terserang Stroke, Kenali Gejala-Gejalanya

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 25 Oktober 2017 12:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 10 25 481 1802003 mendiang-benny-panbers-terserang-stroke-kenali-gejala-gejalanya-leZVAHchNL.jpg Ilustrasi Pasutri ke Dokter (Foto: Ist)

MUSISI senior Benny Panjaitan tutup usia kemarin, Selasa, 24 Oktober 2017. Almarhum Benny meninggal dunia dalam usia 70 tahun akibat penyakit stroke yang dideritanya sejak 2010. Stroke adalah suatu kondisi di mana otak tidak mendapatkan aliran darah yang cukup. Kondisi ini terjadi secara mendadak.

Darah yang mengalir ke otak membawa nutrisi dan oksigen yang berfungsi mengatur metabolisme sel otak. Apabila sel-sel otak tidak mendapatkan aliran darah, maka sel tersebut akan mati dan menyebabkan kerusakan pada otak. Tidak adanya aliran darah ke otak bisa disebabkan oleh dua hal. Pertama karena sumbatan di aliran darah dan kedua karena adanya pembuluh darah yang pecah.

Stroke yang terjadi akibat penyumbatan aliran darah (stroke non hemorrhagik) banyak disebabkan oleh plak aterosklerosis atau pembekuan darah yang berasal dari jantung. Hal ini sering terjadi pada kasus aritmia. "Plak aterosklerosis dapat terbentuk seiring bertambah usia. Tapi bisa membuat penyempitan pembuluh darah dan akhirnya menyebabkan stroke jika ada faktor risiko utama seperti merokok, diabetes mellitus, kolesterol tinggi, hipertensi, dan kegemukan. Selain itu, seberapa berat dan cepat pembentukan plak turut dipengaruhi oleh faktor genetik atau keturunan," tulis dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr Vito A. Damay, Sp.JP (K), M.Kes, FIHA, FICA saat dihubungi Okezone melalui pesan singkat, Rabu (25/10/2017).

Sementara itu, pada kasus stroke yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di otak umumnya terjadi karena hipertensi atau ada kelainan bawaan. Selain itu, trauma fisik pada kepala juga bisa memicu terjadinya pecah pembuluh darah. Melihat banyaknya faktor yang dapat memicu stroke, ada baiknya dilakukan medical check up secara berkala.

"Medical check up itu penting. Dalam pemeriksaannya, pasien akan diskrining dan diarahkan sesuai indikasi dari hasil pemeriksaan. Ini juga sebagai salah satu bentuk pencegahan stroke," tambah dr Vito. Di usia 20 tahun, medical check up seharusnya sudah dilakukan meliputi pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah dan kolesterol lengkap, serta EKG. Apabila hasilnya normal, pemeriksaan bisa dilakukan setiap lima tahun sekali. Sedangkan untuk usia di atas 40 tahun, medical check up sebaiknya dilakukan setahun sekali.

Namun, apabila sudah terjadi gejala seperti kelumpuhan sebelah badan, bentuk wajah asimetris, kesulitan menelan, sakit kepala hebat, bahkan hingga tidak sadarkan diri, segera kunjungi unit gawat darurat untuk mendapat pemeriksaan klinis dan penanganan lebih lanjut. Sebab, adanya gejala yang mengindikasikan stroke memerlukan pemeriksaan CT scan atau MRI guna memastikannya.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini