Miris, Jajanan Anak di Sekolah Mengandung Tinggi Kalori, Gula, Garam & Lemak

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 25 Oktober 2017 17:39 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 25 481 1802271 miris-jajanan-anak-di-sekolah-mengandung-tinggi-kalori-gula-garam-lemak-epMrdbVEGL.jpg Jajanan anak di sekolah tidak sehat (Foto:Okezone)

HAMPIR semua jenis jajanan yang dijual di kantin sekolah tergolong makanan tidak sehat. Rupanya hal ini jadi permasalahan gizi di Indonesia yang belum diberantas.

Karena jajan sembarangan, dampak jangka panjang anak bisa kurang gizi atau malah kelebihan gizi. Dua permasalahan ini dampaknya tentu berpengaruh pada tumbuh kembang anak dan kecerdasannya.

Rata-rata, makanan yang dijual di kantin sekolah mengandung tinggi kalori, gula, garam dan lemak. Inilah salah satu pemicu yang menyebabkan anak-anak obesitas.

Sekretaris Departemen Gizi Masyarakat FEMA IPB Dr Ir Sri Anna Marliyati, MS, mengungkapkan, faktanya hampir separuh anak usia sekolah menjalani sedentary lifestyle. Mereka juga jarang makan sayur dan buah, apalagi mereka tak menemui makanan tersebut di kantin sekolah.

BACA JUGA: 

Robin Lim, Pahlawan Ibu Hamil dari Amrik, Dedikasikan Hidup untuk Wanita Indonesia

"Jajanan di sekolah rata-rata terbuat dari bahan yang tidak aman. Anak-anak juga sering konsumsi makanan tinggi energi, lemak, gula dan garam," ujar Sri saat Media Workshop Program Warung Anak Sehat di kawasan Wachid Hasyim, Jakarta Pusat, Rabu (25/10/2017).

Di sekolah, jarang juga penjual yang menjajakan makanan terdiri dari buah dan sayuran. Tingkat keamanan higienitasnya pun rendah, sehingga dapat menimbulkan dampak bagi kesehatan.

Padahal anak-anak sangat membutuhkan asupan serat cukup dari sayur dan buah. Karena itu, para penjual seharusnya diedukasi untuk menyiapkan serta menjual makanan sehat dan bergizi.

"Sangat sedikit sekolah di Indonesia ini yang memiliki kantin. Jajanannya pun rata-rata dijual dengan tambahan micin," tuturnya.

Kalau setiap hari anak makan jajan yang tidak sehat tentu dampaknya bisa mengganggu kesehatan. Paling umum anak mengalami anemia, sehingga produktivitas belajarnya terganggu.

Anak juga bisa mengalami kelelahan, konsentrasi belajar terganggu, malahan juga mengalami gangguan pencernaan. Tentunya aktivitas anak di sekolah maupun di rumah bakal terganggu.

BACA JUGA:

Ibu Ini Belanja Sambil Olahraga di Supermarket dengan Kedua Anaknya, Lincah dan Energik!

Permasalahannya, anak sekolah saat ini jarang membawa bekal sehat dari ibunya, melainkan diberi uang untuk jajan. Tentu anak akan memilih sembarang jajanan bila tidak tersedia makanan yang sehat.

Solusinya, peran guru di sekolah sangat besar untuk mengatuh perilaku anak. Selama di sekolah anak menghabiskan waktunya untuk sebagian belajar dan bermain lebih lama dengan teman-temannya.

"Guru jadi panutan anak, maka penting untuk menerapkan atau mengajarkan anak untuk memilih jajanan yang sehat," bebernya.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini