nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Seperti Bumerang, Berpenampilan Menarik saat Melamar Kerja Justru Tidak akan Diterima!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 26 Oktober 2017 16:45 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 26 196 1802884 seperti-bumerang-berpenampilan-menarik-saat-melamar-kerja-justru-tidak-akan-diterima-KexsZSOCNj.jpg Ilustrasi wanita penampilan menarik (Foto: Shutterstock)

MUNGKIN bagi sebagian orang membaca judul ini salah kaprah. Eits! Tenang dulu. Di budaya Indonesia memang mengenal ketika ingin melamar pekerjaan, Anda mesti berpenampilan semenarik mungkin.

Tapi, faktanya tidak melulu seperti itu. Kondisi yang mengharuskan Anda untuk tampil menawan juga melihat dari jabatan apa yang akan Anda duduki. Ketika jabatan yang Anda inginkan dianggap pekerjaan yang kurang menarik, maka berpenampilan terlalu menawan dianggap salah!

Begitu yang didapatkan dari hasil penelitian London Business School. Pemimpin riset Margaret Lee menjelaskan, penelitian yang dilakukan timnya menunjukan bahwa orang-orang yang menarik mungkin akan menerima diskriminasi karena dianggap punya taraf khusus di hidupnya. Apalagi jabatan yang diinginkan tidak begitu mendukung penampilan.

BACA JUGA:

Bisa Jadi Acuan Langkah Pencegahan, Ini 5 Fakta Menarik Kanker Payudara

Ini Loh Penyebab Stretch Mark di Paha & Betis, Juga Cara Mencegahnya

"Kesimpulan ini memang bersifat kontradiktif dengan apa yang selama ini dipercayai orang-orang. Namun, fakta baru ini pun sudah sepatutnya diketahui banyak orang," ungkap Margaret pada DailyMail, Kamis (26/10/2017).

Dalam studi ini, periset melakukan empat percobaan yang melibatkan lebih dari 750 peserta, termasuk mahasiswa dan manajer yang membuat keputusan perekrutan.

Para peserta studi diperlihatkan dua profil pekerjaan, yang satu menarik dan satunya lagi tidak menarik. Peserta kemudian mengajukan serangkaian pertanyaan yang dirancang untuk mengukur persepsi mereka tentang pekerjaan yang diinginkan tersebut dan dalam eksperimen lainnya dipertanyakan, apakah mereka akan bekerja untuk pekerjaan tersebut atau tidak.

Pekerjaan yang kurang diminati termasuk pekerja gudang, pembantu rumah tangga, dan perwakilan layanan pelanggan. Sementara itu, pekerjaan yang lebih diinginkan mencakup manajer, direktur proyek, dan magang TI.

Percobaan ini dilakukan dalam 3 kali eksperimen. Hasilnya cukup mengejutkan. Penentu keputusan lebih condong tidak tertarik pada orang-orang yang berpenampilan menarik untuk dipilih menjadi pekerja di pekerjaan yang kurang menarik. Sementara itu, kebalikannya, peserta yang menarik lebih disarankan memilih pekerjaan yang memang diminati.

"Kami menemukan bahwa penentu keputusan merasa individu yang menarik merasa lebih berhak atas hasil yang baik daripada mereka harus bekerja di pekerjaan yang kurang menarik," terangnya.

Bahkan, penentu keputusan melihat mereka yang memiliki penampilan kurang menarik bisa lebih bertanggung jawab dengan pekerjaan yang akan diembannya. Sekalipun itu menjadi seorang manager.

Co-author Dr Madan Pillutla menjelaskan, pengambil keputusan punya pikirannya sendiri. "Asumsi bahwa mereka yang berpenampilan menarik dirasa hanya menginginkan hasil yang baik juga. Tentunya hal itu akan menggangu kualitas pekerjaannya nanti. Memang terkesan diskriminasi tetapi hasil penelitian menemukan fakta tersebut," ungkapnya.

BACA JUGA:

Jelang Hari-H, Beredar Undangan Pernikahan Kahiyang dan Bobby versi Bahasa Inggris

SUNGGUH KREATIF!!! Labu Kuning Diukir Menjadi Sesuatu yang Bernilai Seni Tinggi, Bagaimana Bentuknya?

Pillutla menjabarkan, pandangan mengenai pihak perusahaan lebih tertarik dengan orang yang berpenampilan menarik, itu harus dikembalikan lagi konteksnya seperti apa. Jika pekerjaannya dianggap memang cocok, maka tidak ada salahnya. Tapi, kalau dirasa pekerjaannya kurang menarik, maka pilihan tidak memilihnya itu pilihan yang tepat.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini