nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Indonesia Pelopori Asia Pasific Food Forum, Bahas Tantangan Kesehatan dan Krisis Pangan

Annisa Aprilia, Jurnalis · Kamis 26 Oktober 2017 13:54 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 10 26 298 1802781 indonesia-pelopori-asia-pasific-food-forum-bahas-tantangan-kesehatan-dan-krisis-pangan-XuByBGsENI.jpg

PANGAN menjadi salah satu dari tiga jenis kebutuhan primer yang harus dipenuhi oleh manusia. Oleh karena pentingnya kebutuhan pangan bagi keberlangsungan hidup manusia, permasalahan ini tidak bisa dianggap sepele.

Masalah pangan menjadi kian menarik perhatian karena lambat laun pertumbuhan manusia semakin meningkat dan secara tidak langsung kebutuhan akan papan pun berjalan sesuai dengan peningkatan itu. Maka, hal tersebut juga dapat mempengaruhi berkurangnya lahan untuk bercocok tanam dan menyediakan kebutuhan pangan.

Mengutip dari laman Sehat Negeriku Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Kamis (26/10/2017), pada 2050 mendatang populasi penduduk dunia akan berjumlah lebih dari 9 miliar jiwa.

Jelas, bertambahnya jumlah penduduk tersebut tentu akan jadi tantangan bagi pemerintah dan manusia untuk terus menyediakan makanan sehat. Apalagi, dengan bertambahnya jumlah penduduk maka berkurang pula luas lahan pertanian, ladang, dan lainnya untuk menyediakan bahan makanan sehat.

"Perubahan iklim, jumlah manusia yang semakin banyak, merupakan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi ketersediaan dan ketahanan pangan di dunia," ucap Prof. Nila F. Moeloek, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dalam kesempatan media briefing menuju Asia Pasific Food Forum (APFF) 2017 di Gedung Adhyatma, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Kamis (26/10/2017).

(Baca Juga: Gaya Liburan Mewah si Ratu Hermes, Jamie Chua Ini Bikin Ngiler!)

Lebih lanjut, Menteri Kesehatan juga menuturkan masalah ketahanan pangan ini juga patut dipikirkan. Indonesia yang terkenal dengan kekayaan sumber daya alamnya pun tidak menutup kemungkinan bisa mengalami kekurangan pangan yang sehat. Pasalnya, ketika jumlah penduduk meningkat, maka kebutuhan akan papan juga ikut meningkat, yang tentu bisa mempengaruhi ketersediaan pangan.

"Kebutuhan manusia akan papan yang terus meningkat bisa mempengaruhi kesuburan lingkungan terkait dengan ketersediaan pangan. Maka, dengan adanya forum ini negara-negara di Asia Pasifik bisa berbagi informasi dan ide mengenai cara untuk mengantisipasi kekurangan pangan yang sehat," tambahnya.

Kawasan Asia Pasifik memiliki peran vital dalam memerangi masalah, seperti malnutrisi, kerusakan hutan, hilangnya keanekaragaman hayati dan meningkatnya emisi gas rumah kaca. Maka, untuk mengantisipasi permasalahan tersebut, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bekerjasama dengan EAT Foundation untuk mengadakan forum pertemuan Asia Pasific Food Forum (APFF) EAT untuk pertama kalinya di Jakarta, pada 30 sampai 31 Oktober 2017 mendatang. 

(Baca Juga: Wanita Kurus Lebih Mudah Menopause Dini Dibanding Wanita Gemuk)

Dalam forum APFF yang akan segara dilaksanakan tersebut, nantinya akan membahas kemajuan dalam mengubah sistem pangan di dunia, memberikan wawasan tentang penelitian terbaru, berbagi kebijakan dan praktik industri terbaik, mengeksplorasi tren baru, menyajikan beberapa gagasan inovatif yang berkembang diseluruh rantai nilai makanan dan berbagai ide serta membangun sinergi.

"Forum diskusi pertama yang membahas masalah terkait pangan ini akan dihadiri oleh lebih dari 500 politisi, ilmuwan, eksekutif bisnis, inovator, aktivis dan koki intenasional terkemuka. Selain itu, organisasi petani tradisional dan organisasi petani generasi baru yang menggunakan teknologi juga akan turut hadir bersama dalam acara tersebut," tambah Diah Satyani Saminarsih, M.sC, SKM Bidang Peningkatan Kemitraan dan SDG's Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

(Baca Juga: Seks Jadi Kurang Nikmat, Ini Penyebab Muncul Rasa Sakit Setelah Bercinta)

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini