WALK & WOK: Kulineran di Tepi Laut Tanjung Pinang, Segarnya Melahap Jambu Bangkok Berbumbu Asam Manis

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Kamis 26 Oktober 2017 20:06 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 26 298 1803121 walk-wok-kulineran-di-tepi-laut-tanjung-pinang-segarnya-melahap-jambu-bangkok-berbumbu-asam-manis-qLK2ZIJw6e.JPG Jambu bangkok berbumbu asam manis di Tanjung Pinang (Foto: Utami/Okezone)

SEKILAS tak ada yang berbeda dengan kuliner yang dijajakan di jalanan Kota Tanjung Pinang dengan kota lainnya. Anda bisa menemukan cilok, telur dadar mini, hingga bakso sekali pun.

Namun jika diperhatikan baik-baik, di berbagai sudut jalanan kota, Anda akan melihat penjual buah yang dijajakan dalam kotak transparan yang diikat di atas jok motor. Sekilas, mungkin Anda akan mengira bahwa yang dijualnya adalah mangga berkulit hijau.

Namun rupanya yang mereka jajakan bukanlah mangga, melainkan jambu bangkok yang memiliki ciri khas berbentuk besar dan berwarna hijau. Penasaran akan rasanya, Okezone pun membeli satu porsi jambu bangkok seharga Rp10 ribu.

Dengan sigap, pria penjual jambu tersebut mengambil satu buah jambu bangkok besar dan mengupasnya. Kemudian dengan lincah, tangannya memainkan pisau tajam untuk memotong jambu dengan keahlian khusus. Ia mengubah sebuah jambu besar menjadi potongan-potongan yang berukuran tak begitu kecil dan tak pula begitu besar.

Potongan-potongan jambu tersebut dimasukkan ke dalam teko plastik khusus. Kemudian ditaburi dengan bubuk bumbu serupa lada. Bentuk dan warnanya mirip sekali dengan lada, Anda mungkin tak akan bisa membedakannya tanpa mencicipinya.

"Ini rasanya tidak pedas seperti lada. Cuma asam manis," ujar si penjual.

Setelah ditaburi dengan bumbu tersebut, teko dikocok-kocok sehingga bumbu tercampur merata ke semua potongan jambu. Kemudian si penjual akan memasukkan semua potongan jambu ke dalam kantong plastik putih dan menyertakan lidi ke dalamnya. Karena cara memakannya adalah dengan menusuk potongan jambu menggunakan lidi, mirip seperti memasak cilok atau cimol.

Daging jambu terasa menyegarkan karena berasal dari jambu bangkok yang masih fresh. Rasa asam dan manisnya membuat rasa jambu semakin membuat lidah dan ingin berhenti menikmatinya.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Buralimar mengatakan bahwa banyaknya penjual jambu bangkok di pinggir jalan ini bukan karena Tanjung Pinang adalah kota penghasil jambu.

"Sebenarnya jambu-jambu itu dikirim dari Medan. Ada satu grup yang menjual jambu dari Medan ke Batam dan Tanjung Pinang," ujarnya saat berbincang santai bersama Okezone baru-baru ini.

Menurutnya, banyaknya penjual jambu bangkok di Tanjung Pinang sudah dimulai sejak sekitar 5 tahun yang lalu. Hingga kini, masyarakat senang membelinya sebagai cemilan menyegarkan di kala terik.

Salah satu tempat di mana Anda bisa membeli jambu bangkok berbumbu ini adalah di Taman Laman Bunda. Taman ini berada di tepi laut, tepatnya di seberang kantor gubernur di Tanjung Pinang.

Sambil memesan teh obeng (bahasa setempat untuk menyebut teh manis), Anda bisa menikmati pemandangan taman yang asri dan berhadapan langsung dengan hamparan lautan. Anda juga bisa menyaksikan kapal dan perahu yang lalu lalang di perairan. Kapal-kapal tersebut membawa penumpang dari Pelabuhan Sri Bintan Pura ke Pulau Penyengat dan sebaliknya.

Di tengah paparan matahari yang cukup panas, berteduh di bawah pohon sambil melahap jambu bangkok dan teh obeng pun membawa kesegaran tersendiri. Dengan pemandangan lautan dan aktivitas masyarakat di sekitar, rasa penat pun hilang untuk sejenak.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini