nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Begini Penampakan Masjid Tanpa Kubah di Teheran yang Jadi Kontroversi

Vessy Frizona, Jurnalis · Kamis 26 Oktober 2017 08:27 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 26 406 1802611 begini-penampakan-masjid-tanpa-kubah-di-teheran-yang-jadi-kontroversi-v03TIxKEXe.jpg Masjid Teheran (Foto: Theguardian)

BANGUNAN masjid identik dengan kubah dan lambang bulan-bintang di atasnya. Lantas, apakah layak jika sebuah bangunan yang dirancang untuk salat dan ibadah umat Islam tanpa kubah disebut sebagai masjid?

Kelompok garis keras Iran menolak mengakui bangunan bernama Vali-e-Ars sebagai masjid. Terlebih bangunan itu terletak di komplek Teater Kota, Teheran.

Pemerintah Kota Teheran menugaskan pembangunan masjid di dekat gedung Teater Kota, salah satu bangunan paling terkenal di ibu kota Iran. Teater Kota dianggap sebagai bangunan rumit dan unik. Sehingga pembangunan masjid diharapkan tidak mengganggu aktivitas di gedung teater.

Teater dibangun sebelum era revolusi 1979. Bangunan memiliki struktur melingkar yang spektakuler dengan pilar eksternal dan merupakan ruang eksklusif terbesar di Iran untuk seni pertunjukan. Sementara, masjid baru di sebelahnya adalah bangunan modern yang berada dalam perpaduan harmoni di dekatnya yang mengarah ke kiblat (arah Mekah). Jadi memungkinkan sinar matahari menembus jendela yang tersumbat dalam struktur seperti gelombang itu.

Namun masjid Vali-e-Asr, yang dirancang oleh arsitek Iran, Reza Daneshmir dan Catherine Spiridonoff, menimbulkan kontroversi di negara yang memiliki beberapa tempat pemujaan di dunia yang paling berkilauan. Kelompok garis keras Iran menolak menyebut bangunan sebagai masjid. Alasannya, bangunan tidak memiliki menara atau kubah dan posisinya yang seperti dikerdilkan oleh teater.

Menurut laporan Theguardian, Rabu (25/10/2017), kelompok radikal di Iran menganggap banguan bergaya modern yang disebut masjid itu memiliki desain yang menghina bila dijadikan masjid dan kosong dari makna apapun.

Masjid tersebut dijadwalkan akan diresmikan pada musim panas ini. Setelah hampir 10 tahun dibangun oleh perusahaan arsitektur yang berbasis di Teheran, Fluid Motion,

Meski bangunannya hampir selesai, namun kontroversi belum juga selesai, sebab meliputi arti desain interior yang tak semestinya. Beberapa laporan media menunjukkan jika ada pihak yang tidak berkenan, pihak berwenang berniat mengubah fungsinya menjadi pusat kebudayaan Islam, dengan kemungkinan ada sedikit perubahan fisik.

"Kami mencoba menciptakan interaksi antara masjid, yang memiliki esensi budaya, dan teater kota. Kami ingin menjadikannya proyek budaya yang selaras dengan lingkungan, "kata arsitek tersebut.

Dibangun di atas area seluas 3.855 meter persegi (4.600 meter persegi), masjid setinggi tujuh lantai ini tingginya 32 meter, hanya 20 meter yang berada di atas permukaan tanah. Tempat ini memiliki ruang salat besar, pusat kebudayaan, kediaman imam dan tempat parkir.

Masjid tersebut diusulkan 14 tahun yang lalu ketika Mahmoud Ahmadinejad menjadi walikota Teheran. Ketika Mohammad Bagher Ghalibaf menjadi walikota, desain itu diberikan kepada Fluid Motion.

"Sumber terbesar kami untuk proyek ini adalah Alquran sendiri," kata arsitek. "Kami mencoba merancang masjid ini dengan kerendahan hati, kesederhanaan dan itikad baik, dan bukan masjid untuk mendapatkan kebanggaan tersendiri dari ketinggian strukturalnya. Masjid Vali-e-Asr terletak di dekat taman mahasiswa dan teater kota. Kami ingin terhubung lebih baik dengan generasi muda," terang mereka.

Ide bangunan masjid terinspirasi oleh masjid Quba, yang tertua di dunia yang berasal dari masa hidup nabi Muhammad. "Kesederhanaan adalah ciri utama masjid pertama," kata mereka. Para arsitek memikirkan konsep satu ruang dan merancangnya sehingga titik poin ruang besar di masjid.

Daneshmir dan Spiridonoff berkata, Masjid Vali-e-Asr tidak memiliki menara, atau sebuah kubah. Begitu juga dengan masjid pertama. "Sebuah masjid adalah tempat untuk beribadah. Alquran tidak mendikte struktur khusus untuk itu. Itulah yang harus digaris bawahi," tukasnya.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini